Ads (728x90)

Dilihat 0 kali



SERGAI, Sumutrealita.com
  - Hingga saat ini sesuai pantauan dari 20 Puskesmas dan Rumah Sakit (RS) yang ada di kabupaten Sergai belum ada yang dinyatakan positif Corona Virus Disease (Covid-19).

“ Walau belum ada warga  kabupaten Sergai yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kami mengusulkan kepada Gubernur Sumut tentang APD terutama hazmat atau baju yang aman dengan 20 Puskesmas memerlukan sekitar 200 baju hazmat untuk dokter-dokter dan paramedic,” kata Bupati Sergai Ir H Soekirman saat mengikuti Teleconference dengan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi bahas Covid-19 yang digelar di Aula Rumah Dinas Bupati Sergai di Sei Rampah, Senin,  (6/4/2020).

Teleconference dengan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi itu diikuti Bupati/Walikota se-Sumut.

Dalam mengikuti Teleconference itu, Ir H Soekirman yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 kabupaten Sergai didampingi oleh Sekdakab Sergai H.M Faisal Hasrimy AP MAP, para Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD dan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Sergai.

Dalam Teleconference itu, Bupati Sergai Ir H Soekirman melaporkan bahwa kabupaten Sergai telah menerima alat rapid test sebanyak 40 alat dan itu menurutnya masih sangat kurang. Sedangkan untuk masker berstandar nasional Pemkab Sergai terus berupaya dan dana tak terduga yang telah dipakai  dari dana APBD jumlahnya sebesar Rp 449 juta,-  sementara dana refocusing dan realokasi sesuai petunjuk Menteri Keuangan di Sergai pada tahap 1 sebesar Rp 15 miliar,- .

“ Hari ini Gugus Tugas Penangulangan Covid-19 akan mengevaluasi apa yang sudah dilakukan dan akan membuat rencana untuk kedepannya,” katanya.

Bupati Sergai juga menyebutkan saat ini sedang musim tanam, kondisi pangan yang ada di Sergai dan Tebingtinggi diperkirakan masih aman ditambah stok dari Bulog dan kabupaten Sergai sudah turun benih awal April ini.

“ Saya mengharapkan kepada lembaga terkait dan Dinas Pertanian agar sarana produksi terutama pupuk subsidi betul-betul tersedia menjelang bulan Ramadhan ini sehingga petani-petani kita tidak lagi diberatkan dengan kesulitan sarana produksi,” katanya.

Lebih lanjut Soekirman menjelaskan bahwa pemkab Sergai  telah merencanakan tentang social safety net dengan memberikan bantuan kepada masyarakat di luar program keluarga harapan (PKH) antara lain guru-guru honorer penyuluh dan wartawan yang peredarannya sangat dipersempit karena social distance Bupati Sergai juga menyebutkan sedang memikirkan agar ada bantuan yang diambil dari social safety net tersebut.

Dalam Teleconference itu Gubernur  Sumut Edy Rahmayadi menyampaikan beberapa poin penting yaitu :
  • Pertama, tetap jaga jarak dan menggunakan masker kemanapun pergi
  • Kedua, ada tempat-tempat simpul sebagai RS rujukan Tapanuli Utara, Padang Sidempuan dan di Simalungun serta di Nias. Sedangkan untuk update akan segera dipenuhi guna mengatasi kesulitan tenaga medis dalam menangani Corona karena banyaknya TKI yang pulang dari luar negeri melalui jalan-jalan tikus.
Mengenai TKI tersebut Gubernur Edy mengatakan bahwa apa pun alasannya mereka adalah rakyat kita yang harus kita jaga. Tenaga-tenaga medis kita yang ada disana sedapat mungkin dibentuk agar dapat melaksanakan tugasnya apabila ada kesulitan kesesuaian dengan jarak yang panjang karena letak geografis yang panjang jaraknya dan jika rujukan harus ke Medan sudah dipersiapkan 110 kamar khusus kepada saudara kita yang terpapar dalam kondisi berat atau sedang. Terhadap RS rujukan hanya merawat pasien yang dalam kondisi gejala ringan. Akan dilengkapi APD dan alat rapid test yang akan diberikan kepada daerah-daerah.

“ Jika terjadi sesuatu dengan saudara-saudara kita di manapun berada di tempat rujukan RS, maka RS tersebut bertanggung jawab dengan SOP terhadap saudara kita yang meninggal dunia akibat terpapar corona, menyiapkan dan lakukan SOP medis yang berlaku dari Kementerian Kesehatan. pemakaman dilakukan dari pemerintah daerah tempat meninggalnya pasien tersebut,” katanya.

“ Maka tolong siapkan makamnya dan dimatangkan dengan baik dengan aturan SOP yang berlaku. Inilah nilai-nilai kebangsaan kita terkhusus bagi masyarakat Sumut yang merasa  dan rasa kebersamaan kita di Sumut  tercinta ini,” tambahnya.

Gubernur Edy mengatakan dampak dari Covid-19 itu, sangat berdampak kepada ekonomi. Oleh karenanya, kepada pemerintah daerah agar melakukan refocusing dan realokasi dana dalam rangka menanggulangi kesulitan masyarakat yang terdampak corona.

Ia juga berpesan khusus kepada tenaga medis agar semaksimal mungkin dan untuk Pemprov Sumut menyikapi dengan memfokuskan anggaran kegiatan sebesar Rp 500 milyar. Pada kesempatan ini diminta kepada kita semua bergandengan tangan, kita lakukan ini semua untuk rakyat kita.

“ Mari kita saling berkoordinasi dan berkomunikasi serta saling bantu dari 33 Kabupaten yang ada di Sumut ini, jika satu saja yang sakit, maka kita semua akan terasa sakit,” katanya.

Gubernur Sumut menyebutkan  untuk pemerintah daerah dan masyarakat dapat menghubungi call center Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Sumatera Utara melalui nomor 0821-6490-2482. (Bal)

Post a Comment

Disqus