Ads (728x90)

Dilihat 0 kali

Sekda Batam Menerima Penghargaan Pemantun Kehormatan Pada Anugerah Pantun Mutiara Budaya Indonesia 2020


BATAM, Sumutrealita.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam Jefridin Hamid didapuk sebagai penerima penghargaan sebagai pemantun kehormatan pada Anugerah Pantun Mutiara Budaya Indonesia 2020 di Ballroom Golden Prawn, Bengkong, Kota Batam, Minggu (27/12/2020) malam.

“Semoga budaya berpantun terus meningkat di tanah air kita. Menjunjung Budaya Mengangkat Marwah Bangsa,” harap Jefridin.

Pantun karya Jefridin dapat disaksikan di kanal YouTube, Rumah Seni Asnur. Sejauh ini  telah ditonton lebih dari 48 ribu kali dan disukai lebih dari 12 ribu. Isi pantun begitu sarat makna. Diantaranya, pesan kepemimpinan dan pembangunan yang tidak melupakan budaya. Tidak hanya tersirat dalam bait pantun, visualisasi dalam video memperkaya pesan pantun tersebut.

“Sepatutnya rasa syukur panjatkan atas penghargaan ini dan terima  kasih kepada yang menonton, me-like dan komen video Pantun Mutiara Budaya Indonesia karya saya di youtube,” ucap dia.

Adapun pantun karya dan dibacakan Jefridin berbunyi :

Jembatan Barelang Kokoh Berdiri

Tempat Wisata Batam Pesona

Jabatan Disandang Budaya Pagari

Amanat Terhimpun Pasti Terlaksana.

Masjid Sultan Megah Terbangun

Wahana Ibadah Wisata Reliji

Solid Visi Budaya Membangun

Sempurna Kerja Sudah Teruji

Pulau Batam Banyak Penyair

Jadi Tempat Kenduri Melayu

Kalau Adat Sudah Terukir

Abadi Kuntum Takkan Layu

Sungai Ladi Hutannya Lebat

Teratur Tertata Wana Bakti

Sebagai Tanda Orang Beradat

Tutur Terjaga Berbudi Pekerti

Putri Batam Lembut Penyayang

Berkebaya Batik Motif Sekayu

Mari Jaga Pusaka Moyang

Kaya Dengan Budaya Melayu

Sakti Kemilau Batam Terukir

Tercatat Sejarah Senarai Tersurat

Bukti Budaya Dijaga Penyair

Semangat Berkarya Batam Terangkat

Anugerah Pantun Mutiara Budaya  Indonesia tahun ini diikuti 32 Provinsi se-Indonesia. Batam sebagai tuan rumah sukses ikut menaja kegiatan bergengsi ini. Andil Pemerintah Kota (Pemko) Batam ikut menjaga budaya tak diragukan lagi. Secara khusus, bahkan telah terbit  regulasi yang mengatur perihal ini yakni Perda Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Pemajuan Kebudayaan Melayu.

Tidak heran, pembangunan Batam tidak menanggalkan budaya. Untuk itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi terus melestarikan budaya ini. Terlebih pantun telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada 17 Desember 2020, belum lama ini.

“Pantun ini budaya kita, bahkan sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada 17 Desember 2020 lalu. Mari lestarikan dan saya yakin kalau kita majukan kebudayaan, maka yang lain akan mengiringinya,” ucap Rudi. (MCB)


Post a Comment

Disqus