/*-- Start Maintenance Template -- */ /*-- Akhir Maintenance Template -- */

Ads (728x90)

Dilihat 0 kali


 Asahan,Sumutrealita.com

Pasca terjadinya keracunan akibat makanan usai memakan nasi keteringan dalam hajatan perwiritan di desa Punggulan Kecamatan Air joman yang mengakibatkan Ratusan warga di bawak ke puskesmas maupun rumah sakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Asahan sudah melakukan penelitian dari sample makanan yang dimakan para korban.

“pihak kita sudah melakukan penelitian terhadap sample makanan yang dimakan korban keracunan, namun halis penelitian tersebut belum dapat dipublikasikan apa penyeban ratusan warga Dusun I Desa Punggulan, Kec Air Joman, Kab Asahan keracunan.

Pasalnya,pihak Dinkes masih menunggu hasil dari laboratorium dan balai POM Medan.  Hal ini dikatakan oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Kabid Yankes) Dinkes Asahan, dr.Hari Sapna, Selasa ( 14/12/2020).

"Hingga hari ini belum ada hasil. Nanti kalau sudah ada, dan ditemukan apa karena makanan ratusan warga yang keracunan itu. Baru berita tahu hasilnya. Kami juha saat ini masih berkordinasi dengan Balai POM," ujar Hari Sapna

Dikatakannya,hingga hari ini jumlah korban keracunan semakin ertambah menjadi 102 orang. Sebab,sebelumnya 79 orang korban, bertambah 23 orang di pagi hari.

"Tadi pagi bertambah menjadi 102 orang. Dimana seluruh korban dilakukan rawat jalan. Namun,sampai pagi tadi, ada 40 pasien yang dirawat lagi. Mungkin siang ini sebahagian sudah dirawat jalan," jelas Hari Sapna.

Sedangkan korban jiwa akibat keracunan,kata Hari Sapna, hingga hari ini belum ada ditemukan. "Saat ini korban jiwa belum ada di temukan dari keracunan makanan," tambah Hari.

Dikatakannya, saat ini pihaknya masih melakukan penelitian dari sampel makanan yang dimakan para korban. Memang,dari gejala-gejala yang di alami oleh para korban memang seperti orang yang Keracunan makanan.

"Sampai saat ini kami belum mengetahui pasti dari makanan apa yang memiliki bakteri atau cacing. Kasus seperti ini sudah menjadi kali kedua di Kabupaten Asahan, dimana sebelumnya terjadi di tahun 2019," sebut Hari Sapna.(DS)

 

Post a Comment

Disqus