Ads (728x90)

Dilihat 0 kali


Asahan,Sumutrealita.com

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupeten Asahan menggelar kegiatan Penyuluhan Program Pembangunan Keluarga dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), Selasa (14/12/2020) di aula Desa Aek Nabuntu, Kecamatan Aek Ledong, Kabupaten Asahan.

Acara ini dihadiri oleh, Kepala Bidang (Kabid) Keluarga Berencana (KB) Dinas P2KBP3A Kabupeten Asahan, Zaiyadi, Kordinator Wilayah (Korwil) KB Kecamatan Aek Ledong, Remsa Siallagan, Kepala Desa Aek Nabuntu, Leman SAg, ketua TP PKK kecamatan, ketua TP PKK desa, kepala dusun, Kader Posyandu dan ibu-ibu Balita Desa Aek Nabuntu.

Dalam pemaparanya, Zaiyadi, mengatakan bahwa tugas Dinas P2KBP3A adalah melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak.

“Bapak ibu sebagai ujung tombak untuk Dinas P2KBP3A dalam menyampaikan informasi ini kepada masyarakat, bagi ibu-ibu Kader KB harus mengetahui mana ibu-ibu yang belum ber-KB,” ujar Zaiyadi. 

Masih disampaikan Zaiyadi bahwa pemerintah telah mengkampanyekan program ” Dua Anak Cukup ” kepada masyarakat. Hal tersebut bertujuan agar masyarakat terakomodir secara keseluruhan dan meminimalkan angka kematian ibu dalam setiap kelahiran.

Zaiyadi juga mengatakan ada suatu istilah yang mengatakan bahwa Banyak Anak Banyak Rezeki , istilah itu sering kita dengar dari orang tua tua kita dulu, dengan  banyak anak maka rezeki yang akan di dapat akan semakin banyak namun hal tersebut sudah tidak lagi relevan dengan zaman modern sekarang ini, karena lahan sekarang sudah tidak banyak lagi seperti dulu.

“Istilah banyak Anak banyak Rezeki itu di zaman modern ini sudah tidak relevan lagi sebab dengan banyak anak maka banyak juga pengeluaran yang akan dikeluarkan, apa lagi saat ini dengan bertambahnya manusia lahan sudah tidak banyak lagi,’ujar Zaiyadi.

Menurut Zaiyadi usia ideal pernikahan bagi perempuan khususnya, berada di usia 21 tahun dan laki-laki usia 25 tahun. Sedangkan melahirkan yang sehat berada di usia 22 sampai 35 tahun, karena kalau kurang dari usia tersebut, dikhawatirkan mengalami stunting (kurang gizi) bagi bayi yang dilahirkan.

“Untuk menerapkan Dua Anak Lebih Sehat jangan melanggar 4 T, yaitu: 1. Terlalu Tua, 2. Terlalu Mudah, 3. Terlalu Sering, dan 4. Terlalu Banyak,” katanya.

Secara terpisah Korwil Kecamatan Aek Ledong, Remsa Siallagan yang dikonfirmasi wartawan mengatakan, penyuluhan program Bangga Kencana ini juga bertujuan untuk menambah pengetahuan masyarakat dimana menjadikan program KB sebagai upaya untuk mewujudkan dan membangun manusia Indonesia berkwalitas.

“Usia perkawinan tidak ideal menjadi faktor utama yang menyebabkan anak balita mengalami stunting, ” tandas Remsa. (DS)

 

Post a Comment

Disqus