Ads (728x90)

Dilihat 0 kali

 

BINTAN, Sumutrealita.com - Beberapa organisasi masyarakat (Ormas) seperti Melayu Raya dan Pemuda Pancasila (PP) menolak keras kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China ke Bintan yang datang melalui Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang pada Sabtu (8/8/2020) lalu.

“ Mereka menolak keras kedatangan TKA asal China tersebut ke Pulau Bintan ditengah pandemi Covid 19,” katanya.

Ketua Melayu Raya, Arie Sunandar menolak keras masuknya tenaga kerja asing di Pulau Bintan  karena menurutnya penanganan wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kepri khususnya di bumi tanah melayu  Tanjungpinang dan Bintan belum selesai.

"Kami tetap menolak masuknya TKA asal Tiongkok ke Kepri dimasa pandemi ini. Pasalnya, penyebaran Covid-19 masih saja meningkat. Tidak hanya melalui local transmission, tetapi juga imported case,” ujarnya.

Menurut Arie, dengan jumlah yang cukup banyak sekitar 300 orang TKA dari Tiongkok itu, tentu sangat rentan membawa virus Covid-19 ke dalam negeri. 

Arie mewakili Melayu Raya mempertanyakan keahlian para TKA Tiongkok itu. Ia menilai selama keahlian tenaga lokal masih ada, sebaiknya tidak perlu mendatangkan TKA asal Tiongkok tersebut.

"Bila hanya pekerjaan biasa mestinya dipercayakan saja pada tenaga lokal. Dengan begitu, investasi asing bisa dirasakan dampaknya bagi masyarakat. Persoalannya ketenagakerjaan di Indonesia masih perlu perhatian khusus. Seiring dengan merebaknya Covid-19, ada banyak perusahaan yang terpaksa mem-PHK karyawannya," terangnya.

Sampai saat ini kata Arie, jumlah pekerja terkena PHK mencapai jutaan orang. Mestinya pemerintah harus memberi perhatian lebih dengan menyediakan lapangan kerja baru.

"Kan tidak elok jika investor dapat banyak. Mereka sudah mendapatkan izin eksplorasi SDA, lalu membawa tenaga kerja sendiri, hasil produksinya nanti dibawa ke negaranya. Lalu, apa lagi yang tersisa untuk kita?” tanya Arie.

Sementara itu ditempat terpisah, Ketua Dewan Pemimpin Wilayah (DPW) Kepri PP Muhammad Banjir Simamarta saat menggelar pertemuan dengan awak media di Warung Kopi Rav Batu 09 bersikap sama dengan Melayu Raya.

Ia sangat menyayangkan sikap pemerintah yang membiarkan masuknya ratusan TKA ke Pulau Bintan ditengah situasi pandemi Covdi-19 ini 

"Kita mendapatkan informasi bahwa ada 3 pesawat dengan jumlah mungkin hampir 500 orang, dengan 3 gelombang, jam 9 malam ini gelombang yang terakhir," katanya.

Seharusnya, kata dia, pemerintah jeli dengan keadaan Pulau Bintan saat ini yang pasien positif Covid 19 nya terus bertambah banyak. Meskipun saat kedatangannya pemerintah sudah menerapkan protokol kesehatan sekalipun.

"Yang kita tahu juga baru-baru ini banyak yang positif, kita tidak menuduh, asal Covid 19 inikan dari China, sekarang TKA itu dari China," ungkapnya.  

Sebenarnya, lanjut M Banjir, sudah banyak laporan masyarakat yang dia terima terkait hal ini. Kata dia masyarakat turut resah dengan kedatangan TKA ini.

"Banyak pengaduan masyarakat ke kita tentang persoalan ini, masyarakat resah, takut Covid-19 bertambah lagi di Pulau Bintan ini," tuturnya.

Oleh sebab itu pihaknya akan turun ke tempat lokasi penyembunyian TKA tersebut guna mengecek kebenaran tentang keahlian TKA yang disebutkan itu. 

"Yang jelas kami akan datang untuk memeriksa," kata dia.

M Banjir beserta anggotanya berencana memeriksa seluruh kelengkapan izin para TKA tersebut guna mengecek apakah memang sesuai dengan prosedur. 

Tapi, menurutnya pemerintah hendaknya harus mementingkan anak bangsa bukan malah orang asing.

"Kalau sudah diisolasi, kita lihat dulu sesuai prosedur apa tidak dan kita juga akan melihat sehebat apa orang itu. Kita akan periksa apakah benar dia tenaga ahli," tandasnya. (Prasetio)


Post a Comment

Disqus