Ads (728x90)

Dilihat 0 kali

 

VAKSINASI BID HUMAS PRESISI POLDA KEPRI BERSAMA AWAK MEDIA  Batam -  Dengan target 500 orang, Vaksinasi pada hari ini mengandeng Komunitas Wartawan yang ada di Provinsi kepri, kegiatan dilaksanakan di Graha Lancang Kuning Polda Kepri, hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Kepri Brigjen Pol Drs. Darmawan, M. Hum, Pejabat Utama Polda Kepri, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si., Kabid Dokkes Polda Kepri Kombes Pol dr. Muhammad Haris, Ketua PWI Kepri, Ketua AJI Kepri, Ketua IJTI Kepri, Para Pimred dan para petugas kesehatan RS. Bhayangkara Polda Kepri. Kamis (5/8/2021).  ″Hari ini Bid Humas Polda Kepri mengadakan kegiatan Vaksinasi Bid Humas Presisi Polda Kepri Bersama Awak Media di Provinsi Kepri, sebanyak 200 orang awak media dan keluarganya menjalani vaksinasi yang digelar di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri″. Ujar Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.  ″Disamping awak media, vaksinasi pada hari ini diperuntukan juga kepada Keluarga Besar Polri Polda Kepri dengan target keseluruhan pada hari ini adalah 500 orang yang dilakukan Vaksinasi″. Ucap Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.  Dalam kesempatan tersebut Wakapolda Kepri Brigjen Pol Drs. Darmawan, M. Hum Mengatakan ″Dalam rangka gelorafikasi vaksinasi dan hari Kemerdekaan RI pada bulan Agustus ini kita menggandeng komunitas-komunitas wartawan sehingga harapannya target di bulan Agustus dapat mencapai 100%, kalau hanya dibebankan pada pemerintah mungkin juga bisa kesulitan sehingga pelaksanaan nya dibantu oleh TNI-Polri bahu membahu sehingga target Nasional dapat tercapai″. Jelas Wakapolda Kepri Brigjen Pol Drs. Darmawan, M. Hum.  ″Sesuai dengan yang dicanangkan oleh Presiden RI, bahwa satu hari dapat memvaksin satu juta orang dan untuk target di Bulan Agustus ini harapannya itu bisa naik menjadi satu setengah atau dua juta perharinya, sehingga ini membutuhkan semua tenaga″. Tutur Wakapolda Kepri Brigjen Pol Drs. Darmawan, M. Hum.  ″Menyikapi hal tersebut hari ini kita menggandeng komunitas dari rekan-rekan media dalam kegiatan ini, jadi tujuan nya tidak lain adalah mempercepat pelaksanaan vaksinasi dan kepada masyarakat yang tidak mempunyai NIK (Nomor Induk Kependudukan) pun ini wajib di Vaksin dan bisa dilayani untuk melaksanakan Vaksinasi, silahkan saja datang aja″. Tutup Wakapolda Kepri Brigjen Pol Drs. Darmawan, M. Hum.  Selanjutnya Ketua AJI Kepri Widodo mengatakan ″Kami menyambut baik langkah yang di lakukan oleh Polda Kepulauan Riau yang menggelar Vaksinasi bersama dengan awak media, ini menjadi akses yang baik dan terbuka bagi semua Jurnalis dan tidak hanya pada anggota AJI, PWI dan IJTI namun seluruhnya yang ada di Kepri, kami menyambut ini dengan sangat baik sebagai langkah perlindungan bagi Jurnalis dalam menjalankan aktifitasnya menghimpun, mencari informasi dan membuat berita dan kita sangat mengapresiasi atas langkah Polda Kepri yang sudah menjalani vaksinasi pada teman-teman jurnalis pada hari ini″. Ujar Ketua AJI Kepri Widodo  Berikutnya Ketua IJTI Kepri Bagas mengatakan ″Atas nama Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Kepulauan Riau kami mengucapkan terima kasih kepada Polda Kepri atas terlaksana nya Vaksinasi untuk para jurnalis dan termasuk juga keluarganya difasilitasi untuk melaksanakan vaksinasi, meskipun kita sudah divaksinasi hal terpentingnya adalah tetap Prokes dilaksanakan karena Vaksinasi ini hanya untuk membentengi kita dan tidak memberi jaminan bahwa kita tidak tertular dan kita harus tetap melaksanakan Prokes. Ujar Ketua IJTI Kepri Bagas.  Salam Hormat kami Humas Polda Kepri


BATAM, Sumutrealita.com  -  Rapat pembahasan  draft Ranperda RPJMD 2021-2026 Provinsi Kepulauan Riau kali ini, Pansus menghadirkan Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepulauan Riau serta Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau yang digelar di Batam, Rabu (4/8/2021).

Ketua Pansus Taba Iskandar  meminta BI dan BPS Kepri agar bersedia mempresentasikan ramalan laju pertumbuhan ekonomi serta kondisi ekonomi makro Kepri. Ia menyebutkan data yang didapatkan dari BI dan BPS Kepri ini nantinya akan dijadikan sebagai dasar penyempurnaan materi RPJMD 2021-2026.
 
“Kita akan sinkronkan antara draft yang telah disiapkan oleh Barenlitbang dengan data-data yang ada dari BI dan BPS karena mereka adalah instansi yang berkompeten dalam mengolah data laju pertumbuhan ekonomi,” terang Taba.

Wakil Ketua Pansus Ranperda RPJMD 2021-2026 Lis Darmansyah mengatakan prediksi pertumbuhan ekonomi Kepri di dalam draft Ranperda RPJMD harus sejalan dengan data-data baik dari BI maupun BPS Kepri.

“Kenapa demikian, karena jika sudah sejalan kita bisa menyusun arah dan tujuan pembangunan Kepri ini sejalan,” ujar Lis Darmansyah.

Dengan kata lain data-data dari BI dan BPS ini kata Lis Darmansyah akan dijadikan sebagai acuan dalam pembahasan draft Ranperda RPJMD 2021-2026. 

Kepala Tim Penyusunan Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah (KEKDA) Perwakilan BI Kepulauan Riau menjelaskan bahwa BI memproyeksi pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau mencapai 3,25 persen hingga 4,25 persen. Proyeksi ini didasarkan pada progres pemerintah daerah mengendalikan pandemi Covid-19. 

"Perbaikan ekonomi Kepri berlanjut seiring dengan upaya pengendalian pandemi Covid-19 melalui vaksinasi dan protokol kesehatan yang ketat," katanya.

Menurut dia, pengendalian pandemi Covid-19 mendorong mobilitas masyarakat dan barang, dan akhirnya berdampak pada konsumsi dan investasi.

BI menilai konsumsi di Kepri akan meningkat, didorong daya beli masyarakat dan inflasi yang terkendali.

Meski begitu, peningkatan ekonomi Kepri 2021 diprediksi masih di bawah prediksi nasional yang mencapai 4,10-5,10 persen. Selain itu, perbaikan ekonomi global juga mendorong permintaan ekspor dan investasi asing.

Sementara itu, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang membaik, inflasi diperkirakan meningkat namun masih terkendali dalam sasaran 3 plus minus 1 persen. Asumsi proyeksi peningkatan pertumbuhan ekonomi itu dilihat dari sisi konsumsi, investasi, dan ekspor.

Kemudian dari sisi investasi implementasi UU Cipta Kerja, PP no.40 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan KEK, PP np.41 tahun 2021 tentang KPBPB dan PP no.6 tahun 2021 tentang Perizinan Berusaha di Daerah dipercaya mampu mendorong kemudahan menanamkan modal.

Dimulainya operasi KEK Galang-Batang dan pengembangan KEK Nongsa dan KEK BAT juga akan meningkatkan investasi di daerah setempat.

Sedangkan dari sisi ekspor, diperkirakan meningkat sejalan dengan pengoperasian smelter bauksit di Bintan dan Karimun.

Bank Indonesia mencatat tren perbaikan harga minyak dan gas dunia juga mendorong sektor migas di Kepri.

Sementara itu,  Kepala BPS Kepri Agus Sudibyo menjelaskan beberapa infikator yang mempengaruhi kondisi ekonomi makro di Kepri yakni pertumbuhan ekonomi, inflasi, pengangguran, Gini rasio, kemiskinan, indeks pembangunan manusia, pariwisata dan tranportasi, ekspor impor, nilai tukar petani, perbandingan ekonomi spasial serta perilaku masyarakat dalam masa PPKM.

“Kondisi pandemi seperti sekarang ini otomatis mempengaruhi perilaku masyarakat di bidang ekonomi yang kemudian akan berdampak pada kondisi ekonomi makro kita,” tambah Agus. (Lan)


Post a Comment

Disqus