Ads (728x90)

Dilihat 0 kali

 

Delapan Peristiwa Penting di Bulan Agustus, dari Bom Hiroshima Sampai Kemerdekaan RI

JAKARTA, Sumutrealita.com  - Bulan Agustus adalah saksi bisu sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Ada banyak peristiwa penting yang terjadi di bulan ini hingga menghantarkan Indonesia ke pintu kemerdekaan.

Hampir 76 tahun Indonesia merdeka. Pada awal Agustus 1945 silam, Indonesia masih berada di bawah kekuasaan Jepang. Para tokoh pejuang kemerdekaan pun masih mencari berbagai jalan untuk bisa mewujudkan cita-cita luhur mereka.

Perang Dunia II yang berlangsung dari 1 September 1939 hingga 2 September 1945 menjadi celah bagi tokoh pejuang kemerdekaan untuk membebaskan bangsa Indonesia dari belenggu penjajah. Kekalahan Jepang atas Sekutu menjadi salah satu pintu menuju kemerdekaan Indonesia.

Berikut 8 peristiwa penting bulan Agustus 1945 dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia (RI)

1. Bom Atom Hiroshima 6 Agustus

Pada tanggal 6 Agustus 1945 pukul 08:15 waktu setempat, sebuah pesawat Amerika Serikat Enola Gay B-29 menjatuhkan bom atom di Hiroshima. Ledakan bom atom yang dikenal dengan Little Boy ini menimbulkan kerusakan hingga ribuan nyawa. Jumlah orang yang meninggal diperkirakan mencapai 140 ribu jiwa dari total penduduk saat itu 350 ribu jiwa.

2. Bom Atom Nagasaki 9 Agustus

Tiga hari berselang, tepatnya tanggal 9 Agustus 1945 pukul 11.02 waktu setempat, Amerika Serikat kembali menjatuhkan bom atom di Jepang, di kota Nagasaki. Sekitar 74 ribu jiwa kehilangan nyawa akibat ledakan ini. Jurnalis foto Lee Karen Stow dalam wawancaranya kepada BBC mengatakan, ledakan bom Nagasaki terjadi sangat cepat. Ia bahkan menyaksikan orang-orang mengalami luka serus akibat bom atom.

3. Jepang Menyerah kepada Sekutu 15 Agustus

Enam hari setelah tragedi bom Nagasaki, Jepang mengumumkan menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Kekalahan Jepang diumumkan oleh Kaisar Jepang Hirohita di stasiun radio nasional. Menyerahnya Jepang tanpa syarat menjadi akhir dari Perang Dunia II.

4. BPUPKI Dibubarkan PPKI Dibentuk 7 Agustus

Kabar kekalahan Jepang atas Sekutu membuat para pemuda dan tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia bergegas mempersiapkan proklamasi kemerdekaan. Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang dibentuk oleh pemerintahan Jepang pada 29 April 1945, dibubarkan pada 7 Agustus 1945.

Pembubaran BPUPKI digantikan dengan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). PPKI bertugas untuk mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan rencana kemerdekaan termasuk membuat, menyusun, dan mengesahkan UUD 1945.

5. Peristiwa Rengasdengklok 16 Agustus

Kekalahan Jepang membuat tokoh golongan muda seperti Soekarno, Wikana dan kawan-kawannya mendesak Soekarno dan Hatta untuk menyatakan kemerdekaan. Namun, golongan tua yakni Soekarno dan Hatta, masih enggan menyatakan kemerdekaan.

Lalu, berdasarkan diskusi di antara golongan muda, tepat pada tanggal 16 Agustus dini hari mereka melakukan penculikan terhadap Soekarno dan Hatta untuk diamankan ke Rengasdengklok. Penculikan ini dilakukan untuk menjauhkan Soekarno dan Hatta atau dikenal dengan tokoh golongan tua agar dijauhkan dari pengaruh Jepang.

Peristiwa penting di bulan Agustus berikutnya adalah Kemerdekaan Indonesia

6. Kemerdekaan RI 17 Agustus

Tibalah pada saatnya bung Karno didampingi bung Hatta memproklamirkan kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus yang dimulai pukul 10.00. Naskah proklamasi yang telah disusun di rumah perwira angkatan laut Kekaisaran Jepang, Laksamana Maeda ini, dibacakan di kediaman Soekarno tepatnya di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta Pusat.

7. Penetapan UUD 1945 oleh PPKI 18 Agustus

Sehari setelah kemerdekaan, tepatnya tanggal 18 Agustus, PPKI menetapkan dan mengesahkan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia atau UUD 1945. UUD berhasil disahkan sebagai konstitusi RI melalui keputusan sidang PPKI.

8. Pembentukan KNIP 29 Agustus

Peritiwa penting lain di bulan Agustus adalah pembentukan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), tepatnya pada tanggal 29 Agustus. KNIP merupakan sebuah Badan Pembantu Presiden yang bertugas untuk membantu presiden dalam menjalankan kekuasaan legislatif sebelum dibentuknya MPR dan DPR. (detik.com) 


Post a Comment

Disqus