Ads (728x90)

Dilihat 0 kali

 

Masyarakat Diminta Jangan Mendekati Kawah Siglagah Gunung Dieng  Lantaran Berpotensi Semburkan Lumpur


BANDUNG, Sumutrealita.com  - Pasca terjadinya semburan lumpur di kawah Siglagah, Gunung Dieng, Dusun Rejosari, Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang , Jawa Tengah pada Jumat (30/7/2021) lalu, masyarakat diminta untuk tidak mendekati dan beraktivitas di sekitar area kawah tersebut.

Menurut Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam keterangan tertulisnya, dikutip sindonews.com, Minggu (1/8/2021) menyebut himbauan agar masyarakat menjauh dari kawah tersebut untuk menghindari ancaman semburan lumpur dan gas vulkanik konsentrasi tinggi yang dapat membahayakan jiwa. Mengingat sifat dan karakteristik kawah-kawah yang ada di Komplek G. Dieng, di mana saat ini potensi ke arah erupsi freatik.

"Di Kawah Siglagah masih bisa terjadi erupsi tanpa didahului oleh peningkatan aktivitas, baik visual maupun kegempaan. Potensi ancaman bahaya berupa semburan material lumpur di sekitar kawah," katanya.

Ia menyebutkan Kawah Siglagah pasca semburan lumpur, secara visual maupun instrumental tidak teramati gejala yang mengindikasikan perubahan sifat erupsi ataupun peningkatan potensi ancaman bahaya. Tingkat aktivitas G. Dieng ditetapkan pada Level I (Normal).

Pada bulan Juli 2021 lalu, sesuai data pengamatan dan pemeriksaan kawah Siglagah secara langsung teramati hembusan gas berwarna putih tipis hingga tebal. Tekanan gas lemah hingga kuat, tinggi kolom hembusan gas 10 – 30 meter. Suara hembusan gas terdengar sedang hingga kuat.

Sedangkan pada tanggal 31 Juli 2021 terdengar suara dentuman lemah hingga sedang serta semburan lumpursepanjang kurang lebih 10 meter kearah utara dan tinggi kurang lebih 1 - 3 meter. Sedangkan rekaman kegempaan tanggal 1 hingga 30 Juli 2021 terdiri dari Gempa Tektonik Jauh sebanyak 12 kali, Tektonik Lokal sebanyak 34 kali, dan Vulkanik dalam (VA) sebanyak 12 kali.

Ia menyebutkan semburan yang terjadi pada 30 Juli 2021 di Kawah Siglagah tidak didahului oleh kenaikkan gempa-gempa vulkanik yang signifikan, menandakan tidak adanya suplai magma kepermukaan. Semburan yang terjadi lebih diakibatkan oleh over pressure dan aktivitas permukaan. (sindonews.com)

Post a Comment

Disqus