Ads (728x90)

Dilihat 0 kali


MANADO, Sumutrealita.com
   - Suasana di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Kelas II A Tuminting, Manado, Sulawesi Utara, kembali memanas pada Sabtu (11/4/2020) sekitar pukul 18.51 WITA.

Pantauan awak media, narapidana yang berada di dalam lapas kembali barulah dan membakar sejumlah barang di dalam gedung. Mobil pemadam kebakaran pun langsung merangsek masuk dan memadamkan sejumlah titik api.

"Tolong anda di dalam kooperatif, dimohon yang di dalam agar bisa berkomunikasi dengan baik," kata salah satu polisi melalui mobil pengeras suara.

Setelah api dipadamkan, sejumlah anggota polisi bersenjata lengkap masuk ke dalam lapas. Bunyi tembakan pun terdengar. Beberapa saat kemudian, mobil ambulans masuk ke dalam lapas. Pada pukul 19.09 WITA, terlihat tiga mobil ambulans telah bersiaga di depan lapas.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Jules Abbast mengatakan, sebanyak 2.000 personel gabungan diturunkan untuk menangani kerusuhan itu. Julest menambahkan, ada beberapa narapidana yang dilarikan ke rumah sakit usai insiden tersebut.

"Memang singgungan ini tak mungkin terelakan. Namun, kita berupaya memperkecil jatuhnya korban," kata Jules.

Polisi sempat bernegosiasi Kapolresta Manado Kombes Benny Bawensel sempat bernegosiasi dengan narapidana di pintu masuk Lapas Tuminting Manado. Benny meminta para narapidana menenangkan diri.

Tapi, para narapidana tak mau bernegosiasi di sana. Mereka meminta Benny masuk ke dalam lapas. Namun, Beny menolak permintaan itu. Narapidana pun kembali mengamuk.

"Lempar, serbu," teriak narapidana dari dalam lapas. Kaca gedung di dalam lapas terlihat hancur karena dilempari batu oleh narapidana. Sejumlah ruangan di dalam lapas pun terbakar.

Polisi juga menutup sementara sejumlah akses menuju lapas tersebut. Sejumlah warga yang berkerumun di sekitar lapas juga diminta membubarkan diri. Hingga saat ini, belum diketahui penyebab kerusuhan Lapas Kelas II A Tuminting, Manado itu. Polisi dan petugas lapas masih berusaha menenangkan para narapidana yang merusuh.

(Kompas.com)



Post a Comment

Disqus