Ads (728x90)

Dilihat 0 kali


Asahan,Sumutrealita.com

Terkait beredarnya sebuah fhoto mobil ambulan yang mengangkut jeazah di dalam peti dengan tim medis yang menggunakan APD di RSUD Tanjung Balai yang sempat membuat heboh dunia maya sehingga menjadikan masyarakat bertanya tanya akan sebab kematiannya.

Ternyata jenazah tersebut merupakan salah seorang warga dusun 7 Desa Kapias Batu 8 Kecamatan Tg. Balai atas Nama Andi Sitorus (28 ) yang meninggal akibat Sesak Napas Dan Batuk yang dialami mulai dari umur 3 Tahun.

Demikian disampaikan Kadis Kominfo Asahan yang juga sebagai Jubir Tim Gugus Covid-19 Asahan, H Rahmad Hidayat Siregar S.Sos MS.i melalui Press Rileasenya, Kamis (9/4/2020).

Masih kata Hidayat bahwa menurut Keterangan dari Kepala Pustu Kapias Baru 08 Kecamatan Tanjung Balai Nurlina Alm. Andi Sitorus warga dusun 7 Desa Kapias Batu 08 sudah mempunyai riwayat penyakit sesak napas dan batuk mulai dari Umur 3 Tahun.

“ Andi sitorus ini sudah sering berobat Kesaya sejak umur 3 Tahun karena yang bersangkutan sering Sesak dan Batuk” ujar Hidayat menyampaikan perkataan Nurlina.

Lanjut Hidayat menyampaikan perkataan Nurlina bahwa Alm.Andi Sitorus mempunyai Pekerjaan sebagai nelayan dan ditengah aktifitasnya sebagai nelayan sampai ke daerah Batam.

"Saat ditengah laut tiba-tiba Alm. Andi kumat dan oleh kawan kawanya diupayakan berobat ke Batam, namun tidak mendapatkan izin untuk mendarat maka dibawa kembalilah ke Kapias Batu 8," kata Hidayat.

Selanjutnya pada tanggal 8 April Alm. Andi Sitorus dibawa ke Puskesmas Sei Apung untuk berobat, akan tetapi akibat kondisinya semakin memburuk selanjutnya dibawa ke RSUD Tanjung Balai, Sesampainya di RSUD Tanjung Balai pasien semakin parah dan akhirnya meninggal dunia Sebelum dilakukan pemeriksaan sesuai dengan prosedur yang ada.

Berdasarkan Koordinasi dengan pihak rumah sakit dan untuk menghindari Kemungkinan lain maka dilakukan Pemakaman Berdasarkan Prosedur ( PDP ) dan Almargum dimakamkan di Dusun 7 Desa Kapias Batu 8. 

Sementara itu sepupu Almarhum, Putri Widia Sari Sitorus (24) membenarkan bahwa Alm.Andi meninggal dikarenakan sakit sesak napas yang di deritanya.

"Benar sepupu saya itu memang sakit sesak napas sewaktu di tengah laut katena beliau itu bekerja sebagai nelayan," ujar Putri.

Putri juga mengatakan bahwa Almarhum sampai di Kampung halaman pada 6 April 2020 dan langsung di bawa ke Bidan Nurlina untuk diobatkan, karena bidan Nurlina yang biasa menangani penyakit Almarhum dan pada tanggal 8 April Almarhum di bawa ke RSUD Tanjung Balai.

" Sampai ke Kapias pada tanggal 6 April dan sempat dirawat sama Bidan Desa Nurlina, karena semakin parah pada tanggal 8 April dibawalah ke RSUD Tanjung Balai,"jelas Putri. (DS)

Post a Comment

Disqus