/*-- Start Maintenance Template -- */ /*-- Akhir Maintenance Template -- */

Ads (728x90)

Dilihat 0 kali



BATAM, Sumutrealita.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU & Pera) Kabupaten Bandung Barat melakukan kunjungan kerja ke Badan Pengusahaan Batam untuk mencari informasi mengenai Sistem dan Pengelolaan Air Minum yang telah dibuat oleh Badan Pengusahaan Batam.
Rombongan yang berjumlah 30 orang dari Dinas PU & PERA Pemkab Bandung Barat itu dipimpin oleh Kepala Bidang Sanitasi, Anni Roslinati.
 
Mereka disambut oleh Kepala Seksi Limbah Domestik BP Batam, Misyar Yunanto di ruang rapat kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam, Senin (3/12/2018).
 
Kepala Bidang Sanitasi mengatakan bahwa kunjungan mereka ini untuk belajar dari BP Batam dan melihat langsung serta berdiskusi mengenai pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sedang dilaksanakan oleh BP Batam dan bagaimana program-program BP Batam kedepannya.

Dalam pertemuan itu, Kepala Seksi Limbah Domestik BP Batam, Misyar Yunanto menjelaskan bagaimana proses Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kota Batam.

Berdasarkan Master Plan Pembangunan IPAL (INDII-AUSAD tahun 2011) bahwa di Kota Batam akan dibangun sebanyak 7 lokasi IPAL maupun IPLT, saat ini tahap I sedang dalam pelaksanaan pembangunan dan pekerjaan ini merupakan bantuan dari Pemerintah Korea Selatan kepada Pemerintah Indonesia yang didelegasikan kepada BP Batam.

Batam merupakan daerah kepulauan yang tidak memiliki sumber mata air dari tanah, sehingga kebutuhan air bersih sangat tergantung kepada curah hujan yang ditampung di waduk buatan. BP Batam telah membangun beberapa waduk yang hanya diperuntukkan khusus untuk kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Batam, BP Batam menyadari masalah lingkungan sanitasi yang bersih dan sehat mutlak diperlukan di Kota Batam agar tidak mencemari waduk-waduk yang ada.

Selain membangun 7 waduk air bersih, BP Batam sudah membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah dengan kapasitas 2.850 m3/hari atau 33 lt/det pada tahun 1995 beserta jaringan pipa air limbah di wilayah Batam Center.

Misyar juga menjelaskan sebuah sistem yang diterapkan dalam desain IPAL di Batam, yaitu System FCR adalah solusi pengolahan air limbah lengkap termasuk penghapusan padatan, perawatan biologi / penghapusan hara, pemisahan fasa, dan perlakuan akhir untuk kualitas reuse (jika diperlukan) untuk pengolahan air limbah di Kota Batam.

Pemasangan jaringan pipa air limbah sepanjang 114 km dengan sambungan rumah sebanyak 11.000 SSR serta pembangunan 5 unit stasion pompa sebagai reservoir pengumpul limbah domestic yang selanjutnya dipompakan ke IPAL yang berlokasi di daerah Bengkong.

Pembangunan ini juga akan menghasilkan kompos sebesar 18 m3/hari yang bias dimanfaatkan langsung untuk pupuk taman kota atau bias digunakan oleh warga masyarakat Batam.

Adapun layanan perpipaan air limbah terpusat (off site) baru terealisasi sebesar 15% sedangkan pelanggan air bersih yang belum terlayani dengan jaringan perpipaan terpusat akan dilayani melalui L2T2 (Layanan Lumpur Tinja Terjadwal) (on site), hal ini sudah diterapkan dibeberapa Kota, seperti Kota Bandung, Medan, Yogyakarta dan daerah lainnya, dengan demikian kedepannya Kota Batam selaras dengan program Pemerintah Universal Akses 100-0-100 atau 100% pelayanan air bersih, 0% pemukiman kumuh dan 100% pelayanan air limbah.

 Dengan paparan tersebut, Kepala Bidang Sanitasi, Anni Roslinati mengatakan bahwa pengelolaan Air Limbah di Batam didesain dengan sangat baik dan mampu menjadi percontohan bagi daerah mereka kedepan.“Inilah keunggulan yang kami pelajari dari Batam, kami harap dapat kami terapkan di daerah kami nantinya.” Ungkap Anni.

Usai kunjungan Kerja ini, rombongan melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah proyek yang telah dipaparkan BP Batam seperti, pembangunan Stasion Pompa dan pemasangan jaringan pipa air limbah. (Humas BP Batam)

Post a Comment

Disqus