/*-- Start Maintenance Template -- */ /*-- Akhir Maintenance Template -- */

Ads (728x90)

Dilihat 0 kali


BATAM, Sumutrealita.com – Sebagian harga sayur mayur lokal disejumlah pasar tradisional di Batam melonjak naik. Lonjakan harga itu disebabkan sejak pertengahan bulan Desember 2019 lalu curah hujan cukup tinggi.

Salah seorang pedagang sayur mayur di pasar tradisional Sagulung, Ucok ketika ditemui di kiosnya, Sabtu (21/12/2019) membenarkan sebagian harga sayur mayur melonjak naik seperti Sawi Hijau biasa dijual Rp 12 ribu,-  naik menjadi Rp 35 ribu,-

Kacang panjang biasanya harganya Rp 14 ribu,-  kini dijual dengan harga Rp 25 ribu,- perkilogramnya.

Demikian juga dengan bayam semula dijual dengan harga Rp 10 ribu,- kini dijual dengan harga Rp 18 ribu,-

Harga tomat juga melonjak naik semula dijual dengan harga Rp 12 ribu,- naik menjadi Rp 18 ribu,- . Bawang merah asal Jawa semula dijual dengan harga Rp 28 ribu,-  kini dijual dengan harga Rp 38 ribu,-  Sementara harga bawang bombay masih dijual dengan harga Rp 16 ribu,- 

Ucok menyebutkan kenaikan harga sayur itu disebabkan curah hujan cukup tinggi akhir-akhir ini, namun untuk  pasokan sayur mayur tersebut cukup dan tidak pernah langkah.

Namun Ucok menyebutkan untuk sayur mayur lainnya  masih normal walau ada kenaikan tetapi kenaikan harganya tidak begitu signifikan.

Seperti cabe merah masih dijual dengan harga  Rp 50 ribu,-  dan cabe rawit harganya masih bertahan dijual dengan harga Rp 40 ribu,-

Harga kol masih dijual dengan harga Rp 7 ribu,- dan terong semula dijual Rp 12 ribu,- kini dijual dengan harga Rp 16 ribu,-

Sedangkan harga kentang Medan masih dijual dengan harga Rp 14 ribu,- wartel masih dijual dengan harga Rp 16 ribu,- dan kangkung masih dijual dengan harga Rp 14 ribu,- 

(rn/ra)

Post a Comment

Disqus