/*-- Start Maintenance Template -- */ /*-- Akhir Maintenance Template -- */

Ads (728x90)

Dilihat 0 kali



LABURA, Sumutrealita.com
– Pasca terjadinya banjir bandang yang terjadi dibeberapa desa di Kecamatan Na IX-X Kab. Labuhanbatu Utara PMI tetap up date  assesment PMI Kabupaten Labura ke PMI Sumut dan PMI Pusat hingga Selasa 31 Desember 2019 terlapor 229 Kepala Keluarga (KK) atau 857 terdampak bencana banjir bandang.

Banjir bandang itu terjadi pada Minggu (29/12/2019) dinihari, banjir bercampur lumpur dan sisa potongan kayu limbah penebangan kayu menghancurkan puluhan rumah dan memutuskan jalur transportasi darat seperti jalan dan jembatan.

Selain akses jalan dan jembatan penghubung antar desa, luapan air yang disertai material lumpur serta sisa potongan limbah kayu penebangan hutan itu meluluh lantakkan puluhan rumah milik warga.

Menurut Sekretaris PMI Kab. Labura Jimmy Maulana SSTP, M.Si dari Markas PMI Kab. Labura mengatakan Tiga desa di Kec. Na. IX - X dilanda banjir bandang di desa Hatapang, Desa Pematang dan Batu Tunggal.

 

“ Saat ini PMI tetap up date  assesment PMI Kab. Labura ke PMI Sumatera dan PMI Pusat tertanggal 31 Desember 2019 terlapor 229 Kepala Keluarga atau 857 terdampak bencana banjir bandang,” kata Jimmy.

Ia menyebutkan Assesment bertujuan untuk mengetahui data terkini di lokasi bencana yang dilaporkan kepada PMI Provinsi dan dilanjutkan kepusat. Assesment berfungsi untuk mengetahui apa saja kebutuhan korban bencana.

Saat ini, katanya,  bencana banjir bandang menyebabkan 857 orang mengungsi dan lima korban dinyatakan hilang. Selain itu 39 rumah rusak berat, 83 rusak ringan dan 8 hilang.

Ditempat yang sama Kepala Markas Ibrahim Simatupang, S.Pdi menyatakan untuk gedung Pemerintah,  satu Puskesmas Pembantu mengalami kerusakan.

Selain rumah 4 akses jembatan juga putus didua desa yaitu Desa Htapang dan Pematang. Juga dua akses jalan terputus di satu desa yakni Desa Peamatang. ( Zhal )

Post a Comment

Disqus