/*-- Start Maintenance Template -- */ /*-- Akhir Maintenance Template -- */

Ads (728x90)

Dilihat 0 kali

Gedung Mahkamah Agung Venezuela dilempar granat dari helikopter kepolisian (Foto: Carlos Garcia Rawlins/Reuters)
CARACAS – Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan, satu unit helikopter kepolisian melakukan serangan ke arah Gedung Mahkamah Agung di Ibu Kota Caracas. Namun, sebuah granat yang dilemparkan dari atas helikopter tersebut gagal meledak sehingga tidak menimbulkan korban.

Pria berusia 54 tahun itu menambahkan, pasukan khusus Venezuela tengah melacak ‘teroris’ yang berada di balik serangan tersebut. Helikopter yang sama juga sempat terbang di atas Gedung Kementerian Dalam Negeri.

“Saya meminta MUD (koalisi oposisi pemerintah) mengutuk serangan percobaan kudeta ini. Serangan tersebut bisa saja menyebabkan tragedi dengan sejumlah korban tewas dan luka-luka,” ujar Nicolas Maduro, mengutip dari The Guardian, Rabu (28/6/2017).

Sejumlah gambar yang beredar di media sosial menampilkan satu unit helikopter kepolisian terbang di atas langit Caracas sambil membawa spanduk berbau anti-pemerintah. Menyebarnya gambar tersebut hampir bersamaan dengan munculnya video seorang pilot helikopter kepolisian bernama Oscar Perez yang menyerukan pemberontakan terhadap Presiden Nicolas Maduro.

“Kita punya dua pilihan: diadili esok hari oleh hati nurani kita dan orang-orang atau mulai membebaskan diri kita hari ini dari pemerintahan korup,” ucap Oscar Perez dalam video tersebut.

MA Venezuela yang diketahui pro-pemerintah, diketahui sebagai pemicu terjadinya gelombang protes dalam beberapa bulan terakhir di negara kaya minyak tersebut. MA sempat memutuskan untuk memakzulkan kongres yang dipimpin oleh pihak oposisi pada April 2017.

Kekuasaan Majelis Nasional hendak dicabut dan MA mengizinkan para hakim untuk menulis hukum dan peraturan. MA menilai para anggota majelis telah melakukan penghinaan setelah tiga anggotanya menuduh ada yang tidak beres dalam pemilihan umum Venezuela pada 2015.

Keputusan MA tersebut disambut dengan kemarahan, protes, dan demonstrasi massal yang digelar setiap hari oleh kelompok anti-pemerintah. Presiden Nicolas Maduro mengancam akan mempersenjatai pendukungnya jika kelompok oposisi terus-menerus merongrong pemerintah yang sah dengan aksi unjuk rasa setiap hari.


(okezone.com)






Post a Comment

Disqus