Ads (728x90)

Dilihat 0 kali

  

Kadis P3P2KB Sosialisasikan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak Untuk Meningkatkan Kesejahteraan dan Kesehatan Masyarakat

NATUNA, Sumutrealita.com – Bertempat di Desa Air Lengit, Kecamatan Bunguran Tengah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3P2KB) Natuna, Dr Rika Azmi, S.TP, MM, melaksanakan sosialisasi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak, Jumat (05/02/2021).

Dalam sambutannya Kepala Dinas P3P2KB, Rika Azmi mengatakan Desa Ramah Perempuan dan peduli anak itu dibuat untuk mendorong meningkatnya kesejahteraan dan kesehatan, akses terhadap pendidikan yang berkualitas, menurunkan angka perkawinan usia anak, menumbuhkan pusat ekonomi yang berbasis rumahan sehingga ibu rumah tangga memiliki ekonomi yang baik sehingga dapat memastikan anaknya mendapatkan gizi yang baik.

“ Tujuan Desa Ramah Perempuan adalah untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan dan mendukung kebijakan desa yang responsif gender,  meningkatkan pelayanan dan kemudahan aksesbilitas remaja dalam mendapatkan pendidikan, meningkatkan keterwakilan perempuan dalam kepemimpinan dan proses perencanaan di desa, memperkuat jaring sosial pengamanan pada  perempuan dan anak serta menurunkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, mengurangi angka pernikahan dini dan memberikan edukasi parenting, serta meningkatkan pelayanan kesehatan dan reproduksi, keluarga berencana dan kesehatan keluarga,” kata Kadis P3AP2KB Rika Azmi dalam materinya.  

Sementara itu, Kepala Desa Air Lengit Kuswanto S.IP, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas dilaksanakannya kegiatan ini di desanya dan atas dijadikannya Desa Air Lengit sebagai salah satu desa percontohan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak. 

“ Diharapkan desa ini meningkatkan kesajahteraan dan kesehatan masyarakatnya dan anak-anak selalu terlindungi untuk kedepannya,” katanya.

Kabid PPPA Yuli Ramadhanita, S.IP, menyampaikan materi dengan tema menumbuhkan sikap positif bagi anak.

“ Karakter anak dibentuk oleh lingkungan mereka. Sikap orang tua yang kerap menunjukkan kekhawatiran yang berlebihan akan menyebabkan anak takut dengan tantangan dan tidak sempat mengenal resiko, untuk itulah orang tua sebaiknya sejak dini mengajari anak untuk mengenal kegagalan,” katanya. 

Lanjut Ramadhani, masa kecil anak sebaiknya ditumbuhkan sikap positif melalui penguatan yang baik. Tidak meremehkan kemampuan anak, memberikan pujian atau hadiah saat melakukan hal baik ternyata dapat membuat anak berpikir positif. (IK/Nard).


Post a Comment

Disqus