Ads (728x90)

Dilihat 0 kali

 

Pemerintah Kota (Pemko) dan Badan Pengusahaan (BP) Batam akan mulai mengerjakan sejumlah proyek peningkatan infrastruktur di wilayah Kecamatan Nongsa.  Wali Kota Batam, Muhammad Rudi yang juga sebagai Kepala BP Batam mengatakan peningkatan infrastruktur itu dilakukan untuk menggerakan ekonomi masyarakat. Mengingat Kecamatan Nongsa ini memiliki kawasan industri, bandara dan kawasan pariwisata.  “Untuk mempercepat ekonomi, maka pertama yang dilakukan Pemko Batam dan BP Batam saat ini adalah dengan meningkatkan infrastrukturnya. Terutama adalah jalan-jalan utamanya,” kata Rudi dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Nongsa, Minggu (21/2/2021) malam.  Rudi mengatakan saat ini sudah mulai dikerjakan pelebaran jalan dari Simpang Taiwan menuju Simpang Batubesar. Kemudian, nantinya juga akan dilanjutkan pelebaran dari Simpang Batubesar menuju Mapolda Kepri.  “Untuk para pedagang di sepanjang jalan Batubesar nanti rencananya akan kita pindahkan. Jangan khawatir saya pasti akan berikan solusi yang terbaik,” katanya.  Ditegaskan Rudi bahwa pihaknya tidak pernah berniat untuk melarang orang berjualan, hanya saja pelebaran jalan di kawasan tersebut sudah harus dilakukan. Sehingga nantinya arus lalu lintas menuju kawasan pariwisata Nongsa dan Kawasan Industri Kabil bisa lancar.  “Intinya kita ingin benar-benar menata kembali kota ini, sehingga bisa kembali berjaya ekonominya,” katanya.  Karena itu pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya yang berada di Nongsa untuk bersatu dan mendukung kebijakan pemerintah. Sehingga pembangunan bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan bersama.  “Saya butuh dukungan masyarakat untuk membangun Kota Batam yang kita cintai ini,” ujarnya.  Dalam Musrenbang Kecamatan Nongsa tersebut, turut dihadiri Ketua TP-PKK Kota Batam, Marlin Agustina Rudi. Kemudian para anggota DPRD Batam dapil Nongsa dan sejumlah Kepala OPD di lingkungan BP Batam.  FacebookTelegramWhatsApp

BATAM, Sumutrealita.com – Bertempat di Pelabuhan Labun, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kacamatan Galang, Senin (22/2/2021). 

Pada kesempatan itu, Rudi mengajak semua masyarakat mendukung pembangunan se-Kota Batam. Ia menyebutkan tujuan akhir semua pembangunan yang ada, adalah demi pertumbuhan ekonomi Batam dan dipastikan mampu menyejahterakan masyarakat secara keseluruhan.

Rudi pun merinci semua pembangunan yang akan dilaksanakan tahun ini. Bahkan, semua pembangunan bersumber berbagai anggaran; Badan Pengusahaan (BP) Batam, maupun Anggatan Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam.

Rudi yang juga Kepala BP Batam mengatakan jika pembangunan selesai, geliat ekonomi Batam akan hidup. Kalau sudah hidup, semua pendapatan daerah akan meningkat dan masyarakat yang akan menikmati semua ini.

Ia mencontohkan, pembangunan Pelabuhan Batuampar serta akses jalannya. Menurut Rudi, dengan peningkatan pelabuhan tersebut, para pelaku usaha akan lebih nyaman. Jika semua sudah nyaman, kata dia, investor baru akan ikut datang ke Batam.

Tak hanya itu, pembangunan lain juga sedang digencarkan seperti pembangunan jalan, dan sebagainya. Rudi berharap khususnya masyarakat Galang bisa bersatu dan punya tekad sama dengan pemerintah dalam memajukan Kota Batam.

“Ayo sama-sama kita bangun. Untuk usulan yang ada dalam Musrenbang ini, ayo kita kawal sama-sama demi pembangunan di Kecamatan Galang,” kata dia.

Dalam Musrenbang tersebut, terdapat 20 usulan prioritas non PSPK. Usulan tersebut di antaranya; pembangunan jembatan penghubung Air Raja Mas sepanjang 60 meter, penerangan lampu jalan dari Simpang Seiraya-Camping-Sembulang Hulu-Sembulang Tanjung-Pelabuhan sebanyak 300 titik.

Selain itu, pambangunan pelabuhan di Kampung Batu Putih, pembangunan sekolah, semenisasi, gedung pustu, dan sebagainya. Rudi meminta semua masyarakat ikut mengawal usulan prioritas yang diusulkan dalam APBD 2022 tersebut.

Selain usulan prioritas, dalam Musrenbang itu, disampaikan usulan non prioritas non PSPK sebanyak 96 usulan yang tersebar di delapan kelurahan yang ada di Batam.

“Kalau ada yang tidak tertampung, bisa kita usulkan ke Provinsi Kepulauan Riau demi pembangunan di Pulau Galang dan Kota Batam secara umumnya,” katanya.

Sementara itu, Camat Galang, Ute Rame, mengatakan semua usulan prioritas tersebut sudah melalui pra Musrenbang. Sehingga, apa yang dibahas dalam Musrenbang tingkat kecamatan tersebut benar-benar sudah menjadi prioritas masyarakat.

“Semua sudah sepakat dalam pra Musrenbang, dan sama-sama nantinya dikawal di tingkat Musrebang tingkat Kota Batam,” kata Ute.

(MCB)

Post a Comment

Disqus