Ads (728x90)

,

Dilihat 0 kali

 

Untuk Pendataan Keluarga 2021, Dinas P3AP2KB Kabupaten Natuna Melakukan Penyuluhan Keluarga Berencana

NATUNA, Sumutrealita.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Natuna menggelar penyuluhan Keluarga Berencana di Balai Penyuluh KB Kecamatan Bunguran Batubi,Senin (15/02/2021).

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (Kabid Dalduk KB) Dinas P3AP2KB Kabupaten Natuna, dr.Fachri dalam sambutannya mengatakan program pengendalian penduduk dan keluarga berencana merupakan salah satu urusan wajib non dasar yang menjadi kewenangan pemerintah secara konkret yang bersama-sama menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat, provinsi dan kabupaten

“ Penyuluhan Keluarga Berencana diadakan serentak di 5 kecamatan selama 5 hari secara estafet di pekan pertama, dan pekan berikutnya di Kecamatan Bunguran Utara selama 5 hari. Tanggal 15 hingga 25 Februari 2021 tempat balai penyuluh KB yang berkedudukan di area sekitar Kecamatan Bunguran Timur, Tengah, Selatan, Timur Laut, Batubi dan Kecamatan Bunguran Utara,” katanya.

Ia menyebutkan tujuan kegiatan ini diantaranya, pendataan keluarga 2021, kesiapan keluarga bagi remaja dan kesehatan reproduksi, upaya peningkatan ekonomi keluarga, perawatan jangka panjang pada lansia, dan upaya peningkatan cakupan akseptor KB.

“ Program keluarga berencana mempunyai tujuan akhir yaitu keluarga yang berkualitas, bahagia dan sejahtera. Program Bangga Kencana (pembangunan keluarga, Kependudukan dan keluarga berencana) bukan hanya bertanggungjawab terhadap  pengendalian kuantitas penduduk tapi juga meningkatkan kualitas keluarga, dengan program-program unggulan yang langsung menyentuh masyarakat,” kata Fachri. 

Sementara itu, Kasie Pengendalian Penduduk, Suci Harni, AMK, di Bunguran Timur menjelaskan, menurunkan angka Total fertility rate (jumlah kelahiran per1000 wanita usia subur 15 - 49 tahun) yang masih tinggi di Natuna  3,02 dibanding nasional 2,19 menjadi salah satu PR bersama yang masih perlu diusahakan. 

"Karena peningkatan jumlah penduduk yang tidak diiringi peningkatan ekonomi dapat menjadi masalah di kemudian hari.  Selain itu Jumlah ASFR 15-19 tahun juga masih tinggi di Natuna yaitu 26. Artinya dari 1000 perempuan berusia 15 s/d 19 tahun, ada 26 orang yang melahirkan di tahun 2020," ujar Suci Harni. 

Ini cukup tinggi dari target 13. Dan idealnya tidak ada lagi yang melahirkan diusia tersebut sesuai program pemerintah, dimana menikah dianjurkan di usia 20 tahun ke atas. Sehingga pembinaan kepada remaja juga menjadi tanggung jawab bersama, bagaimana mereka bisa menghindari pergaulan bebas, yang masih cukup memprihatinkan. 

"Peran pemuka agama dan adat juga diharapkan meningkatkan  bimbingannya kepada masyarakat terutama orang tua yang mempunyai remaja. Karena sebagian besar yang menyumbang angka ASFR adalah mereka yang terlanjur hamil lebih dahulu," katanya. 

Dalam kesempatan yang sama, Kasie Pelayanan KB, Mimie Aryanti, AMd.Keb SST, menyampaikan, kegiatan pelayanan KB mendapatkan dukungan anggaran dari pusat melalui Dana Alokasi Khusus sub bidang KB melalui dana pergerakan. 

Sehingga mereka yang mengikuti MKJP metode kontrasepsi jangka panjang dilaksanakan secara gratis, dan juga mendapatkan konsumsi. Begitu juga kader KB yang ada dilapangan mendapatkan dukungan transportasi dan konsumsi pada saat mengantar akseptor ke pelayanan kesehatan. 

"Bahkan mereka yang mengikuti kontrasepsi mantap melalui operasi bagi laki-laki maupun perempuan mendapatkan pengganti biaya hidup selama 3 hari. Tentu saja syarat dan ketentuan berlaku," tutur Mimie Aryanti.

Ditempat terpisah, di Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kasie Ketahanan Keluarga, Sri Juana, SKM, MPH, mengatakan, pembinaan terhadap keluarga lansia juga merupakan hal yang sangat penting. Aspek kesehatan, baik fisik maupun psikis harus mendapatkan perhatian dari keluarganya. Keluarga juga perlu memahami kondisi psikologis dari lansia. 

Sekarang kita sosialisasikan 7 dimensi bagi terwujudnya lansia tangguh, yaitu dimensi spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial kemasyarakatan, professional, vokasional, dan lingkungan. 

Seiring penambahan usia, jelas Sri Juana, sebagian kemampuan lansia akan menurun, rentan mengalami penyakit, gangguan emosional dan psikologis. Sebagai anak dari orang tua yang sudah tua mempunyai tanggung jawab menafkahi lansia yang sudah tidak produktif lagi dan juga memberikan dukungan psikologis yang berkelanjutan.

"Selain pembinaan kepada keluarga lansia, juga akan dilakukan kunjungan ke rumah lansia (KURMALA) seperti tahun lalu. Tujuannya untuk melaksanakan pelayanan kesehatan, psikologis dan sosial baik bagi lansia maupun keluarga lansia," terangnya.

Pada saat bersamaan , di Bunguran Selatan, Kepala Dinas P3AP2KB Dr. Rika Azmi, S.TP, MM, bersama organisasi IKIAD memberikan pembinaan keluarga tentang manajemen ekonomi keluarga. 

Kegiatan ini tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan memakai masker serta mencuci tangan sebelum masuk ke ruang pertemuan, serta memperhatikan jumlah peserta sesuai edaran Bupati Natuna. (IK/Nard).


Post a Comment

Disqus