/*-- Start Maintenance Template -- */ /*-- Akhir Maintenance Template -- */

Ads (728x90)

Dilihat 0 kali


KARIMUN, Sumutrealita.com – Wakil Gubernur Kepri, Isdianto mengharapkan agar pembinaan tata cara pengantin, pengandaman, dan tepuk tepung tawar adat istiadat Melayu yang biasa dilaksanakan di Kepulauan Riau menjadi kegiatan ekstrakulikuler di sekolah.

“ Agar tidak hilang ditelan jaman, agar tradisi adat istiadat budaya Melayu dijadikan kegiatan ekstrakulikuler di sekolah,” kata Wakil Gubernur Kepri, Isdianto saat menghadiri tata cara pengantin dan tepung tawar yang digelar oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) provinsi Kepri di Gedung Nasional, Karimun. Jumat (10/8/2018)

Wakil Gubernur Kepri, H Isdianto yang didampingi istrinya menyebutkan tahapan dalam tepuk tawar itu sangat penting dan perlu dilestarikan.

Ia menyebutkan untuk melestarikan tepung tawar dan budaya serta tradisi melayu dibutuhkan kerja sama yang baik dari Lembaga Adat Melayu provinsi Kepri dan Kabupaten/Kota  se provinsi Kepri.

 

Ia juga mengharapkan agar Bupati dan Walikota agar dapat bekerja sama dengan pihak provinsi Kepri dalam mengangkat dan mengembangkan budaya Melayu agar semakin baik.

Acara pembinaan tata cara pengantin, pengandaman, dan tepuk tepung tawar adat istiadat Melayu yang biasa dilaksanakan di Kepulauan Riau ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim, Kakanmenag Kabupaten Karimun, Ketua LAM Provinsi Kepri, Ketua LAM Kabupaten Karimun dan undangan lainnya.
Kegiatan ini digelar oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri selama dua hari dari tanggal 10 sampai dengan 11 Agustus 2018. Pesertanya merupakan perwakilan dari pengurus Lembaga Adat Kecamatan se kabupaten Karimun.

Dalam sambutanya Wakil Bupati Karimun, H Anwar Hasyim mengucapkan selamat atas kegiatan yang dilaksanakan, semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi kita semua pengurus Lembaga  Adat Melayu Provinsi dan Kabupaten Karimun.

“Diharapkan seluruh peserta yang mengikuti kegiatan pada hari ini yang merupakan perwakilan dari LAM kecamatan se Kabupaten Karimun untuk dapat mengikuti acara ini dengan baik agar kedepan budaya Melayu khususnya di bidang dan cara pelaksanaan tepuk tepung tawar tidak pudar ditelan jaman,,” katanya.


(hms)

Post a Comment

Disqus