Ads (728x90)

Dilihat 0 kali




Asahan,Sumutrealita.com

Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Dinas Ketahanan Pangan melaksanakan Gerakan Tanam ( Gertam ) Cabai, di Dusun III Desa Taman Sari Kecamatan Pulo Bandring, Rabu (8/7/2020).

Kepala Dinas Ketahan Pangan Kabupaten Asahan, Ir. Amir Husin Siregar dalam laporanya menyampaikan bahwa kegiatan Gertam ini bertujuan untuk memasyarakatkan optimalisasi lahan pekarangan baik di pedesaan maupun di perkotaan dalam memproduksi kebutuhan pangan.

Selian itu , masih di sampaikan  Amir bahwa Gertam cabai ini juga untuk mengatasi harga pangan, khususnya cabai dengan menanam cabai di pekarangan setiap keluarga dan sebagai wadah untuk menyampaikan apresiasi dan aspirasi yang ada di masyarakat.

Sementara itu, Bupati Asahan dalam pidato tertulisnya yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Drs Bambang Hadi Suprapto  mengatakan bahwa  dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan gizi keluarga, perlu mengembangkan program optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan dan memberdayakan kelompok wanita dan keluarga untuk memproduksi berbagai jenis pangan di pekarangan seperti tanaman sayur dan buah.

Menyikapi fluktuasi harga cabai yang terjadi setiap tahun, maka penanaman cabai di lahan pekarangan merupakan salah satu solusi untuk membantu penyediaan cabai secara berkelanjutan di tingkat rumah tangga. Gertam cabai merupakan upaya untuk mengajak masyarakat agar dapat memenuhi kebutuhan rumah tangganya sendiri. Selain itu juga sebagai salah satu terobosan mengatasi permasalahan fluktuasi harga cabai yang sering sekali meresahkan masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga.

"Untuk mensukseskan gerakan tanam cabai di Asahan ini, Pemerintah Kabupaten Asahan bekerjasama dengan TP PKK Kecamatan, menganjurkan untuk melakukan penanaman 20 batang pohon cabai di setiap rumah tangga. Dalam hal ini ibu-ibu diharapkan bersedia menanam pohon cabai 20 batang di pekarangan rumahnya", kata Bambang

Pada kesempatan ini , Ketua TP PKK Asahan menyerahkan 15.000 bibit cabai secara simbolis, Kartu Identitas Anak (KIA), bibit pisang barangan dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). (DS)


Post a Comment

Disqus