Ads (728x90)

Dilihat 0 kali



SERGAI, Sumutrealita.com - Bupati Sergai Ir. H. Soekirman bersama Kadis Pertanian Radianto Panjis, SP, MMA, Kepala BPS Sergai Herman, SE meninjau panen perdana di Dusun III Desa Sei Nagalawan, Kecamatan Perbaungan, Senin, (20/7/2020).

Dalam meninjau panen perdana itu juga dihadiri Camat Teluk Mengkudu Romian Parulian Siagian, S.STP, M.Si, Kepala Desa, Ketua Kelompok Tani Suka Maju, Rony Purba, Gapoktan, Poktan, P3A, penyuluh pertanian, serta masyarakat sekitar

Dalam sambutannya Bupati Sergai Ir. H. Soekirman mengapresiasi Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat desa Sei Nagalawan yang selalu berusaha dan bergotong royong dengan berswadaya bersama membangun dan memperbaiki saluran irigasi untuk lahan yang ada. 

Menurut Bupati Sergai kebersamaan bergotong royong itu merupakan bentuk nyata para petani disini sangat inovatif dan mandiri. Di sini juga perlu disampaikan bahwa tidak semua irigasi merupakan urusan kabupaten, karena juga terdapat urusan provinsi dan pemerintah pusat. 

Bupati Sergai Ir. H. Soekirman juga mengucapkan terima kasih dan bersyukur kepada Tuhan karena pada hari ini dipertemukan di tempat yang berbahagia dengan suasana alam terbuka berlatar belakang lahan pertanian. 

“ Saya ucapkan selamat kepada para petani atas panen padi ini, semoga hasil yang didapat memuaskan sesuai harapan kita semua,” katanya.

Hingga saat ini, katanya, dirinya telah melakukan peninjauan kondisi lahan pertanian, irigasi serta usaha perikanan air tawar dari masyarakat yang kreatif dan inovatif, mampu menyesuaikan dengan kondisi dan iklim yang ada.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa syarat bertani itu adalah tanah, air, iklim, dan ada SDM-nya. Untuk unsur tanah, ada bermacam-macam jenis, dan tanah di Sergai ini tergolong subur karena dibentuk oleh dataran banjir. Kemudian tanah memiliki unsur kimia yang tarik menarik tentang hal yang positif antara masyarakat dan pemimpin, sehingga jika sudah berpadu hal yang positif, maka akan terwujud keberlanjutan pembangunan di kabupaten yang kita cintai ini.

Sementara itu, katanya, untuk unsur air, dahulu masih sulit para petani mendapatkan air, yang dimasa pemerintahan Erry-Soekirman membuat program bagaimana agar petani di Sergai ini berkecukupan air. 

“ Hal demikian kami tindaklanjuti dengan pembangunan bendungan utama Sei Ular, disusul dengan bendungan lainnya seperti Bajayu, Sei Bamban, dan irigasi lainnya sehingga saat ini sudah mengairi ribuan hektar lahan petani. Oleh karenanya, mari bersama kita menyampaikan kepada masyarakat bahwa pembangunan itu nyata, dan terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” katanya.

Sedangkan untuk irigasi maupun infrastruktur lainnya yang merupakan urusan daerah segala usulan dan aspirasi yang disampaikan baik melalui mekanisme Musrenbang desa, kecamatan hingga kabupaten maupun aspirasi langsung akan segera dibahas dan realisasikan sesuai mekanisme dan anggaran yang tersedia, serta akan disupport dengan mengusahakan agar bantuan-bantuan dari Provinsi dan Pemerintah Pusat dapat sebanyak-banyaknya dialokasikan ke Kabupaten Sergai.

Sementara untuk peningkatan keterampilan bagi masyarakat, pemerintah daerah akan terus mendukung pengembangan sektor UMKM, pertanian dan perikanan dengan program-program lokal dari anggaran daerah maupun nasional dari Kementerian terkait.

Sedangkan untuk unsur iklim atau cuaca, karena cuaca di sini tidak dapat diprediksi, sehingga kita perlu teliti dan cermat dalam memilih bibit tanaman yang tahan cuaca. Untuk semua itu mari kita terapkan dalam kehidupan ini kuncinya adalah 3K, Kebijakan (kebijakan desa, kecamatan dan kelompok tani harus sama dan selaras), Kelembagaan (kelompok tani, P3A harus sejalan), serta Kebersamaan (kita harus bersama dalam segala hal sehingga seluruh pekerjaan akan dapat dikerjakan dengan bergotong royong).

Sementara itu Ketua Kelompok Tani Suka Maju Rony Purba dalam sambutannya mengapresiasi dan kehormatan atas kehadiran Bupati Sergai yang meninjau serta ikut serta pada panen padi perdana di desa kami ini. Perlu disampaikan juga bahwa kami masyarakat petani disini berasal dari dua kecamatan yaitu Perbaungan dan Teluk Mengkudu.

Pada kesempatan itu Ia menyampaikan aspirasi dan mohon petunjuk tentang permasalahan irigasi, kelangkaan pupuk, infrastruktur jalan, serta pemberdayaan masyarakat khususnya UMKM, usaha perikanan dan pertanian. 

“ Kami berkomitmen untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta menjaga budaya bergotong royong dalam keseharian, seperti beberapa aliran irigasi yang kami bangun secara swadaya, dan berharap dengan dukungan pemerintah melalui Bupati, akan dapat lebih meningkatkan hasil pertanian kami disini. Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” katanya.

(Bal)

Post a Comment

Disqus