/*-- Start Maintenance Template -- */ /*-- Akhir Maintenance Template -- */

Ads (728x90)

Dilihat 0 kali

 


Asahan,Sumutrealita.com

Staf Ahli Kemaritiman Republik Indonesia, Sahat Pangabean Naiggolan melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Asahan, Jumat (16/10/2020).

Dalam kunjungannya, Sahat menyampaiakan bahwa dalam rangka Menjamin keberadaan dan mengoptimalkan ekosistem hutan mangrove untuk mencapai manfaat lingkungan, sosial dan ekonomi yang seimbang secara berkelanjutan, pengembangan program wisata alam ekosistem hutan mangrove sangat menarik dan profesional.

Program pengembangan wisata hutan mangrove merupakan program nasional yang diprioritaskan untuk pemulihan ekonomi masyarakat dengan pembangunan padat karya yang melibatkan masyarakat.

“Kita harapkan, Pemerintah Kabupaten Asahan dan masyarakat bisa merespon program pengembangan wisata mangrove. Dan tentunya harapan kita di daerah Asahan menjadi pusat mangrove di pantai timur,” ujar Sahat.

Didampingi pihak Kementrian Kelautan dan Perikanan (KPP), Sahat menyampaikan, ada beberapa program yang akan dikucurkan diantaranya pembuatan nursery pembibitan mangrove, pembuatan tracking mangrove.

“Berapa tahun ke depan program ini diharapkan tuntas. Dan untuk awal progam, Pemerintah akan mengucurkan dana sekitar Rp 1,5 milyar,” ujar Sahat, sembari mengatakan program ini melibatkan semua elemen termasuk lembaga Pendidikan Tinggi seperti Universitas Asahan.

Sementara itu, Asiten II Pemkab Asahan, Bambang Hadi Suprapto bersama Kades Silau Laut Sofyan menyambut baik atas program Nasional tersebut akan dilaksanakan di Kabupaten Asahan.

Pemerintah Kabupaten Asahan sangat mendukung program nasional tersebut. Apalagi Silau Laut telah memiliki dasar awal pengembangan wisata hutan mangrove.

“Kami sangat mengharapkan daya dukung dari Pemerintah. Semoga apa yang direncanakan dapat terwujud,” harap Bambang.

Usai pertemuan, Kades Silau Laut Sofyan menyampaikan harapan yang tinggi akan terciptanya pengembangan wisata hutan mangrove di wilayahnya.

Masih disampaikan Sofyan bahwa dengan pengembangan wisata hutan mangrove bisa meningkatkan pekonomian masyarakat di sekitar wilayah dan masukan pendapatan daerah di Kabupaten Asahan. (DS)

Post a Comment

Disqus