/*-- Start Maintenance Template -- */ /*-- Akhir Maintenance Template -- */

Ads (728x90)

Dilihat 0 kali


LABURA, Sumutrealita.com -  Untuk mengurangi dampak kabut asap, Bupati Labuhanbatu H.Andi Suhaimi Dalimunthe, S.T.M.T bersama Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Labuhanbatu turun ke jalan raya membagikan masker kepada masyarakat yang melintas di Simpang Enam Inti kota Rantauprapat, Senin (23/9/2019).

Pembagian  masker di bumi Ika Bina En Pa Bolo itu dilakukan, sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat guna mencegah dampak negatif yang ditimbulkan asap tebal yang menyelimuti Kota Rantauprapat ibu Kota Kabupaten Labuhanbatu dan seluruh wilayah Kabupaten Labuhanbatu.

Dampak dari kabut asap akibat Kebakaran Hutan atau Lahan (Karhutla) dalam jangka pendek saja dapat meningkatkan resiko kesehatan serius pada sistem pernapasan seperti asma, bronkitis, pneumonia, serta penyakit paru obstruktif kronis.

Selanjutnya campuran gas, zat kimia, partikel debu dan berbagai bahan pada asap kebakaran hutan itu juga menimbulkan efek jangka pendek bisa berupa kesulitan bernapas, sesak napas, iritasi tenggorokan, paru, batuk, gatal ditenggorokan, hidung meler, sinus, iritasi mata hingga sakit kepala.

 Untuk  efek jangka panjang paparan asap kebakaran hutan ini bisa menurunkan kualitas udara di lingkungan sekitar yang berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan kronis seperti penyakit ginjal, diabetes masalah kesuburan hingga peningkatan tekanan darah. Bahkan, beberapa penelitian mengklaim paparan asap kebakaran hutan bisa mengakibatkan gangguan pada syaraf.

Menyadari dampak negatif jangka pendek dan jangka panjang yang ditimbulkan asap kebakaran hutan dan lahan tersebut, Bupati Labuhanbatu menggerakkan seluruh Kecamatan dalam Kabupaten Labuhanbatu untuk memberikan masker kepada masyarakat luas.
Untuk hari ini khusus di Kecamatan Rantau Utara dilakukan pembagian masker di Simpang Enam Inti Kota Rantauprapat dan langsung dipimpin Bupati Labuhanbatu.

Selanjutnya untuk  pencegahan atas efek asap karhutla itu akan terus dilakukan, seperti menghimbau mengurangi kegiatan di luar ruangan, memeriksa kualitas udara dan tingkat resiko, menghimbau kebersihan lingkungan.

(BS) 

Post a Comment

Disqus