/*-- Start Maintenance Template -- */ /*-- Akhir Maintenance Template -- */

Ads (728x90)

Dilihat 0 kali


Asahan,Sumutrealita.com

Ketua Pengurus Forum Komunikasi Da'i Muda Indonesia Kab Asahan ( PC FKDMI Asahan ) H. Raja Dedi Hermansyah, MM, MA, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia Paska Pemilu 2019, Sabtu (20/4/2019) di Kisaran.

Ustadz Muda tersebut juga menegaskan bahwa pemilu yang sudah berlangsung pada tanggal 17 April 2019 yang lalu harus disyukuri oleh seluruh masyarakat Indonesia karena Pemilu merupakan momentum sejarah dan strategis menentukan kemajuan Negara ini kedepan. Seluruh pemilih telah memberikan suaranya pada Pemilu, merupakan bentuk kontribusi masyarakat kepada Negara.

lanjut Ustadz Raja Dedi mengatakan bahwa Kesadaran bernegara semakin terukur dengan meningkatnya partisipasi pemilih pada Pilpres, Pileg dan Pil - DPD. Momentum tersebut telah diwujudkan secara bersama - sama,  secara demokratis dan bergembira dengan menciptakan Pemilu damai, aman dan kondusif. 

Negara kitapun menjadi perhatian dunia sebagai bangsa yang memiliki banyak populasi penduduk, pluralisme berbagai  suku, agama, ras dan bilangan kelompok / golongan yang telah berhasil menyelenggarakan pesta demokerasi serentak dalam pemilihan Presiden, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten dalam waktu satu hari,ujar Ustadz Raja Dedi.

Raja Dedi juga mengajak seluruh masyarakat untuk semakin dewasa berpolitik, kita harus sabar dan tenang menunggu hasil hitungan resmi dari KPU,  walaupun kita ketahui bahwasanya hasil pemilu melalui penghitungan cepat (Quik Count) dilakukan dari berbagai lembaga survei telah mengumumkan kemenangan pasangan nomor urut 01 / Ir H.Joko Widodo - KH.Ma'ruf Amin, sementara dilain pihak pasangan nomor urut 02 / Prabowo Subianto - Sandi Uno, juga telah mengklaim sekaligus mendeklarasikan kemenangan berdasarkan real count internalnya.

Siapapun terpilih dan menjadi Presiden dan Wakil Presiden kedepan adalah kemenangan Indonesia. Persatuan dan Kesatuan lebih diprioritaskan, NKRI harus menjadi harga mati, ujar Raja Dedi.

Selain itu Ustadz Raja Dedi juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia Khususnya Kabupaten Asahan untuk tidak terpancing dengan segala bentuk yang sifatnya provokatif dan dapat mengganggu stabilitas demokrasi  dan Negara Republik Indonesia. (DS)

Post a Comment

Disqus