Ads (728x90)

Dilihat 0 kali


BATAM, Sumutrealita.com – Sejak mewabahnya Corona Virus Disease (Covid-19) seluruh sekolah diliburkan, system belajar mengajar dilakukan dengan cara online. Setiap murid harus memiliki handphone dan paket internet lantaran seluruh mata pelajaran atau tugas pekerjaan rumah (PR) disampaikan pihak guru melalui aplikasi WhatsApp atau email.

Belajar secara online itu memberatkan siswa khususnya orang tua yang tidak memiliki hanphone. Seperti laporan yang diterima oleh anggota DPRD Kota Batam Udin P Sihaloho  dari masyarakat, di daerah pemilihannya ada orang tua murid yang mengeluh bahwa dirinya tidak sanggup membelikan handphone dan paket internet kepada anaknya, padahal panduan belajar atau PR anaknya disampaikan oleh gurunya melalui aplikasi WhatsApp.

“ Sedangkan untuk makan saja kami saat ini sangat sulit apalagi untuk membelikan handphone anak kami,” kata Udin P Sihaloho menyampaikan keluhan salah seorang orang tua murid kepadanya saat menghadiri  rapat pansus pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Batam Akhir Tahun Anggaran (TA) 2019 dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam yang digelar di ruang Serba Guna kantor DPRD kota Batam, Batam Centre, Kamis (14/5/2020).

Mendengar keluhan orang tua murid itu, katanya, langsung mencarikan solusi agar orang tua tersebut memiliki handphone.

“ Sayalah yang tahu bagaimana orang tua murid itu bisa mempunyai handphone,” kata Udin P Sihaloho.

Setelah memiliki handphone, lanjutnya, begitu dibuka sudah banyak sekali PR sianak itu diberikan oleh gurunya.

“ Saya mengharapkan dalam situasi mewabahnya Covid-19 ini setiap guru harus kreatif dan bersabar mengajari muridnya karena orang tua murid saat ini sangat kewalahan menyediakan paket internet untuk anaknya,” kata Udin P Sihaloho.

Menyikapi akan hal itu, Kepala Dinas Pendidikan kota Batam, Hendri Arulan mengaku bahwa dirinya juga pernah ditelepon orang tua murid mengeluhkan dirinya tidak sanggup untuk menyediakan paket internet untuk anaknya.

“ Saya juga mengintruksikan kestiap sekolah agar seluruh guru tidak terlalu keras melainkan harus bersabar jika ada murid yang terlambat mengerjakan PR nya, lantaran tidak setiap murid mampu membeli kuota internet,” katanya.

Hendri Arulan juga berharap agar wabah Covid-19 dapat segera berakhir di negeri kita khususnya di kota Batam agar aktifitas belajar mengajar di sekolah kembali normal seperti biasa. (L/Mn)

Post a Comment

Disqus