/*-- Start Maintenance Template -- */ /*-- Akhir Maintenance Template -- */

Ads (728x90)

Dilihat 0 kali

Sekda Lingga, Abu Hasim (Fhoto : Istimewa)

TANJUNG PINANG, Gerbanglingga.com – Usai menemui wakil walikota Tanjung Pinang, H Syahrul S.Pd. tim Penanggulangan Inflasi Daerah (TPID) pemkab Lingga langsung mengikuti rapat Koordinasi TPID Kota Tanjungpinang yang digelar di ruang rapat lantai II Kantor Walikota, Senggarang pada Kamis (13/4/2017).

TPID Pemkab Lingga mengikuti rapat tersebut guna belajar kepada Tim Penanggulangan Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang bagaimana mengantisipasi inflasi di Kota Tanjung Pinang. Hal ini mereka lakukan lantaran kota Tanjung Pinang berhasil meraih predikat TPID terbaik nomor 4 se-Sumatera sehingga menjadi contoh bagi Kabupaten Lingga untuk mengendalikan inflasi di daerahnya.

Pemkab Lingga yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, Abu Hasim yang didampingi Kepala Bagian Perekonomian beserta jajarannya menggali informasi dan mendengar langsung pengalaman Kota Tanjungpinang dalam pengendalian inflasi di dalam

Ketua TPID Kota Tanjungpinang, Drs. Riono, M. Si, memaparkan beberapa program dan kegiatan yang telah dilakukan untuk mengendalikan inflasi di Kota Tanjungpinang. Secara konkrit, Riono memaparkan strategi dalam menstabilkan harga pasar melalui kerjasama dengan daerah penghasil komoditas cabe dan sayuran, pengecekkan harga pasar, membuat gerakan tanam cabe, hingga penanaman sayur-mayur melalui hidroponik.

Pelaksanaan program kerja TPID Kota Tanjungpinang telah terangkum dalam road map TPID yang menjadi salah satu kunci dalam pengendalian inflasi di Kota Tanjungpinang. Riono pun menwarkan road map TPID kepada Sekda Lingga.

"Nanti, pak Sekda bisa ambil soft copy road map kami untuk dipelajari dan dicontoh guna mengendalikan inflasi di daerah Lingga ", ucapnya.

Menurut Riono, Lingga masih banyak memiliki tanah subur untuk mengembangkan sektor pertanian, berbeda dengan Tanjungpinang kebanyakan lahan paska bouksit, karena itu kita kembangkan sistem penanaman hidroponik atau dengan penanaman menggunakan pollybag, kita himbau masyarakat termasuk ASN agar memanfaatkan perkarangan rumahnya untuk menanam cabe atau sayuran, setidaknya hasilnya bisa dikonsumsi sendiri oleh mereka," ucapnya

Sekda Lingga, Abu Hasim menyebutkan dipilihnya Kota Tanjungpinang sebagai tempat menggali informasi karena Kota Tanjungpinang sudah mendapat pengakuan dari pemerintah pusat. Menurutnya sudah menjadi yang terbaik di Sumatera. Seperti yang dipaparkan tadi, jelas kita lihat pengendalian inflasi di Kota Tanjungpinang cukup baik.

" Alhamdulillah, kami banyak belajar dan mendapat masukan tentang pengendalian inflasi yang lebih baik untuk daerah Lingga ke depannya, setelah ini kami akan mencontoh apa yang dilakukan Kota Tanjungpinang," ungkapnya.

Abu mengakui, terkait TPID, Lingga harus banyak belajar, baik dalam penertiban maupun ketersedian kebutuhan pangan, menginggat daerah Lingga sering mengalami kekosongan pasokan kebutuhan pangan, sehingga mengakibatkan harga barang dipasaran terus naik, kebiasaan para pedagang, jika harga naik sulit untuk turun lagi, karena itu, ekonomi di Lingga sulit berkembang.

Saat ini, lanjutnya, Bupati Lingga tengah giat mendorong perkembangan sektor pertanian di Lingga, diantaranya dengan pengembangan persawahan, perkebunan gaharu, lada (merica), serta karet.

Sekda Lingga mengakui kunjungannya ke TPID Tanjungpinang cukup banyak memberi informasi. dalam pengendalian inflasi. Untuk itu, dirinya mengundang Bank Indonesia dan TPID Kota Tanjungpinang berkunjung ke Lingga, " semoga setelah ini akan terjalin sinergi yang baik dengan Tanjungpinang dan BI " harapnya.(R/ian/red)





Post a Comment

Disqus