Ads (728x90)

Dilihat 0 kali

 

Gubernur Kepri Minta Masyarakat Tidak Apatis Terhadap Persoalan Covid-19


TANJUNGPINANG, Sumutrealita.com - Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad SE MM terus menghimbau masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, menjaga jarak dan berada di rumah. Masyarakat diminta membantu upaya keras pemerintah dalam menekan penyebaran Covid 19. 

"Saya minta masyarakat jangan apatis terhadap persoalan Covid 19 ini. Mari bersama-sama membangun kesadaran untuk berjuang bagaimana menciptakan Kepulauan Riau ini bisa terbebas dari pandemi Covid 19," ujar Gubernur Ansar Ahmad, Minggu (16/05/2021).

Menurut Ansar Ahmad, fluktuasi perkembangan angka kasus Covid 19 di Kepulauan Riau sangat berpengaruh pada suksesnya program pembangunan dan pemulihan ekonomi yang dijalankan oleh pemerintah. 

"Kita butuh situasi yang sehat, baik sehat masyarakat maupun sehat kebijakan. Untuk itu menghadapi perkembangan Covid 19 ini masyarakat jangan cuek. Jangan apatis. Tetaplah patuhi anjuran pemerintah agar pandemi ini bisa segera berakhir. Pemprov Kepri terus bekerja keras agar Covid bisa ditekan seminimal mungkin. Dan kerja keras kita tidak akan berhasil kalau masyarakat tidak memberikan dukungan penuh," tegasnya.

Sementara itu data terakhir yang dihimpun Tim Satgas Penanganan Covid 19 Provinsi Kepri, total konfirmasi se-Provinsi Kepulauan Riau mencapai 13.198 orang atau bertambah 194 orang dari data semalam, Jumat (15/05/2021).  Kasus yang aktif 1.673 orang  atau bertambah 116 orang atau sebesar 12,6 persen, pasien Covid 19 yang sembuh bertambah 75 orang dengan total keseluruhan 11.288 orang atau 85,07 persen dan yang meninggal bertambah 3 jadi 297 orang atau 2,25 persen.

Dari penambahan 194 orang yang terpapar Covid 19 hari ini berasal dari Batam sebanyak 20 orang, 23 orang dari Kota Tanjungpinang, 59 orang dari Kabupaten Karimun, 50 orang di Kabupaten Lingga, 18 orang di Kabupaten Natuna; dan 23 orang dari Kabupaten Kepualauan Anambas. 

Untuk pasien yang sembuh hari ini dari total 75 orang berasal Batam sebanyak 12 orang,
44 orang di Kota Tanjungpinang, 10 orang di Kabupaten Karimun, 8 orang di Kabupaten Lingga dan 1 orang dari Kepulauan Anambas.

Sedangkan untuk beberapa masyarakat yang terpapar Covid 19, selain dilakukan perawatan di beberapa rumah sakit juga banyak yang melakukan isolasi mandiri.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri M Bisri, saat ini pihaknya sudah menyediakan ruang perawatan khusus Covid 19 di berbagai rumah sakit. 

"Saat ini ada 24 rumah sakit yang siap melakukan perawatan pasien covid dengan perawatan isolasi dan standar serta 7 rumah sakit yang melakukan perawatan dengan kondisi pasien masuk dalam ICU," kata Bisri.

Untuk rasio keterpakaiam tempat tidur isolasi covid 19 di 24 rumah sakit tersebut diantaranya di RS Graha Hermina 100 persen, RS Sudarsono Dharmosuwito 100 persen, RS Keluarga Husada Batam 100 persen, RSUD M Sani Karimun 90 persen, RS Santa Elisabeth Batam Kota 90 persen dan RSU Camatha Sahidya 87,5 persen.

Tidak hanya itu juga di RS Bhakti Timah 83,33 persen, RS Awal Bros Batam 81,16 persen, RS Santa Elisabeth Sei Lekop 77,27 persen, RS Santa Elisabeth Batam 76,19 persen, RS Embong Fatimah Batam 72,72 persen, RSUD Tanjungpinang 71,43 persen, RS Harapan Bunda Batam 50 persen, RSU Budi Kemuliaan Batam 48, 39 persen, RSKI Galang 48,23 persen, RS Bhayangkara Batam 42,86 persen,  RSUD Ahmad Tabib 41,83 persen,  RS BP Batam 40,91 persen,  RSAL Tanjungpinang 30,30 persen, RSUD Palmatak 25 persen, RS Hj Bunda Halimah 23,81 persen, RSUD Tarempa 16,67 persen, RSUD Encik Mariam 12,50 persen, dan RSUD Engku Haji Daud 6,67 persen.

Sedangkan untuk rasio keterpakaian tempat tidur ICU di 7 rumah sakit di Kepri diantatanya
RSKI 100 persen, RS Awal Bros 88,88 persen, RS Santa Elisabeth 87,5 persen, RS Badan Pengusahaan Batam 50 persen, RS Embong Fatimah 50 persen, RSUP Ali Tabib 42,5 persen, dan Rumah Sakit Engku Haji Daud 33,33 persen, 

"Untuk program vaksinasi di Kepulauan Riau dari total sasaran 1.476.091 orang sudah terealisasi 129.130 atau 8,7 persen dengan rincian dosis pertama 124.485 dan dosis kedua 48.386 orang," tutup Bisri. (Red)


Post a Comment

Disqus