/*-- Start Maintenance Template -- */ /*-- Akhir Maintenance Template -- */

Ads (728x90)

Dilihat 0 kali

 

Bupati Natuna Terima Kunjungan BPJS Ketenagakerjaan Pusat
Bupati Natuna Wan Siswandi Beasiswa kepada Dua Orang Anak dari Peserta BPJS ketenagakerjaan yang Meninggal Dunia di Ruang Rapat Kantor Bupati Natuna, Kamis (10/03/2022) (Fhoto : Ist)


NATUNA, Sumutrealita.com
- Bupati Natuna Wan Siswandi, didampingi Sekda Natuna Boy Wijanarko Varianto, Kepala Disnakertrans Husaini, dan beberapa pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Natuna, terima kunjungan jajaran BPJS Pusat pada Kamis (10/03/2022) di Ruang Rapat Kantor Bupati Natuna.

Kehadiran BPJS Ketenagakerjaan Pusat menawarkan beberapa program yang dapat memberikan perlindungan sebagai jaminan sosial bagi tenaga kerja.

Wan Siswandi menyadari, betapa pentingnya jaminan ketenagakerjaan mengingat adanya resiko kecelakaan dalam bekerja dan bahkan beresiko meninggal dunia.

Melihat kemampuan daerah saat ini, Wan Siswandi akan mempelajari hal tersebut agar dapat memberikan perlindungan tenaga kerja untuk mendapatkan jaminan sosial dari BPJS.

"Bentuk kepedulian kami terhadap jaminan kesehatan kepada masyarakat sudah kita lakukan dengan menanggung BPJS kesehatan sebanyak 46 ribu orang dan yang 20 orang lagi BPJS kesehatan mandiri," ungkap Wan Siswandi.

Data yang diperoleh media ini, di Kabupaten Natuna saat ini terdapat 35 ribu tenaga kerja, 14 ribu sudah menjadi peserta BPJS dan sisanya terdapat 21 yang belum menjadi peserta BPJS.

"Seperti pada BPJS Kesehatan, kita juga akan mengupayakan perlindungan ketenagakerjaan ini melalui kementerian terkait, sehingga beban  APBD sedikit ringan," ungkap Wan Siswandi.

Sementara itu, Direktur keuangan BPJS ketenagakerjaan, Asep Rahmat Suwandha menyampaikan apresiasinya kepada Kabupaten Natuna yang sebagian besar telah mengikuti beberapa program BPJS ketenagakerjaan, seperti jaminan kecelakaan dan kematian dalam melaksanakan tugas pekerjaan.

"Nah memang di Natuna masih ada sekitar 21 ribu pekerja yang belum menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan. Kita yakin dan percaya pemerintah daerah akan dapat mencari solusi terkait hal ini," terang Asep Rahmat Suwandha.

Dirinya juga sepakat tentang wacana Bupati Natuna untuk mengajukan para pekerja yang belum menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan ke pihak kementerian terkait.


"Sebagai contoh, nelayan bisa juga bisa mengajukan ke pihak kementerian kelautan perikanan. Begitu juga bagi para petani bisa minta bantu ke kementerian pertanian," terang Asep.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian beasiswa kepada dua orang anak dari peserta BPJS ketenagakerjaan yang meninggal dunia. Keduanya dapat beasiswa dari sekolah dasar hingga Perguruan Tinggi. (IK/nard).

Post a Comment

Disqus