/*-- Start Maintenance Template -- */ /*-- Akhir Maintenance Template -- */

Ads (728x90)

Dilihat 0 kali

Wanti-wanti Kemenkes soal Cacar Monyet Sudah Masuk RI, Menular Lewat Apa Saja?
Wanti-wanti Kemenkes RI perihal cacar monyet yang sudah masuk Indonesia. Foto: AP/Martin Mejia


JAKARTA, Sumutrealita.com
- Cacar monyet sudah masuk Indonesia. Pada Sabtu (20/8/2022), Kementerian Kesehatan RI melaporkan pasien cacar monyet pertama pada seorang WNI yakni pria berusia berusia 27 tahun yang sempat melakukan perjalanan luar negeri. Kemenkes RI menegaskan, penyakit ini menular lewat kontak dekat.

Dalam kesempatan tersebut, juru bicara Kemenkes RI, Mohammad Syahril, menyebut tidak menyebutkan negara yang sempat dikunjungi pasien tersebut. Namun ia menegaskan, pasien tersebut sempat melakukan kontak langsung dengan pasien cacar monyet saat berada di negara tersebut.

Menurutnya, cacar monyet utamanya menular lewat kontak langsung dengan orang yang terjangkit virus cacar monyet. Misalnya dengan bersalaman, berpelukan, tidur bersama, hingga sentuhan dengan benda-benda yang terkontaminasi virus seperti selimut, handuk, dan lain-lain.

Menyikapi temuan pertama kasus cacar monyet di RI, Syahril mengingatkan warga untuk senantiasa mengupayakan perilaku bersih dan penerapan protokol kesehatan.

"Penularan monkeypox ini adalah utama sekali melalui kontak langsung kepada penderita. Bisa dengan bersalaman, berpelukan, atau mungkin tidur bersama dan seterusnya, dan kontak dengan benda-benda atau barang di sekitar pasien utamanya di selimut, handuk, dan lain sebagainya kita harus menghindari itu," jelasnya dalam konferensi pers, dilansir detik.com, Minggu (21/8).

"Masyarakat harus paham apabila ada teman kita, saudara kita, yang punya gejala ini kita harus menghindari kontak langsung kepada yang bersangkutan," sambung Syahril.

Lebih lanjut, Syahril mengingatkan warga untuk tetap tenang menyikapi masuknya cacar monyet ke Indonesia. Pasalnya, cacar monyet adalah penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya selama pasien tidak mengalami infeksi tambahan atau disertai komorbid.

"Cacar monyet ini tidak terlalu berat sakitnya sehingga kita tenang. Kalau kita bandingkan dengan COVID, jauh COVID ini sangat jauh beratnya. Untuk itu kita tenang dengan masuk bahwasannya sebenarnya cacar monyet ini bisa sembuh sendiri atau self limiting disease. Dalam masa inkubasinya yang 21 sampai 28 hari, pasien akan sembuh sendiri," jelasnya.

"Manakala tidak ada infeksi tambahan atau superinfeksi. tidak ada komorbid yang berat menyebabkan bertambahnya berat komorbid itu Kalau pasien tidak ada komorbid, immunocompromised dan tidak ada pemberat-pemberat lain, Insya Allah sebetulnya pasien bisa sembuh sendiri," imbuh Syahril.

Sempat beredar informasi, cacar monyet terkonsentrasi pada kelompok pria yang melakukan hubungan seks dengan sesama pria atau bergonta-ganti pasangan seksual.

Namun Syahril meluruskan, setiap orang yang melakukan kontak dekat dengan pasien cacar monyet berisiko terpapar. Walhasil ke depannya, surveilans pun akan dilakukan secara umum tanpa memandang kelompok tertentu.

"Cacar monyet ini tidak menyerang kelompok-kelompok tertentu. Tidak ada. Menyerang kelompok itu karena kontak erat saja, jadi jangan sampai ada salah pemahaman kelompok ini (rentan). Jadi semua orang yang memiliki potensi kontak erat dan pasien maka dia yang paling mempunyai risiko tertinggi untuk penularan," jelasnya.

"Termasuk nanti surveilans pun begitu tidak pada kelompok tertentu, tetapi kepada semua orang yang memiliki risiko kontak kepada pasien-pasien dan kita tidak ingin membuat suatu kesalahpahaman," pungkasnya.

(detik.com)



 

Post a Comment

Disqus